Sabtu, 10 April 2010

Sialnya!!!!!! terbawa sampai sekarang!!! kapan selesainya!!!

Tanggal 1 Maret 2010 tiba-tiba saya mendapatkan pesan singkat dari teman kuliah waktu di Solo yang memberitahukan Tanggal 8 CPNS Maret sudah mendapat panggilan dari Kantor KPU Pusat untuk mendapatkan arahan pekerjaan dan memulai pekerjaan barunya di Kantor KPU. setelah menerima kabar tersebut saya kemudian memberi kabar tersebut kepada teman saya di NTT tentang panggilan tersebut, sekaligus memberitahukan bahwa mungkin panggilan untuk wilayah NTT selisih satu minggu dengan KPU Pusat.
persiapan pun masih agak santai. tak diduga ternyata pada tanggal 5 Maret 2010 saya mendapat pesan singkat dari teman di NTT bahwa akan SK CPNS KPU akan dibagikan pada tanggal 8 Maret 2010 betapa kagetnya saya yang waktu itu masih berada di Klaten dan belum mempunyai persiapan apapun. kurang puas dengan pesan singkat tersebut maka saya berinisiatif untuk menghubungi kantor KPU Provinsi NTT untuk memastikan bahwa Pesan yang diberikan teman tersebut benar, dan ternyata memang benar adanya. akhirnya mau tak mau persiapan pun harus segera dilaksanakan, mulai dari belanja titipan-titipan dari Keluarga di Kupang maupun persiapan buat saya sendiri. walaupun dalam keadaan terburu-buru akhirnya saya dapat mempersiapkan semuanya walaupun ada beberapa yang belum bisa terpenuhi karena memang waktu yang tak bersahabat. akhirnya pada hari sabtu malam tanggal 6 maret 2010 saya langsung berangkat menuju Surabaya untuk segara melanjutkan perjalanan ke Kupang. Di Surabaya saya sempat menginap 1 hari agar senin pagi saya bisa berbelanja barang-barang titipan dari keluarga di Kupang. akan tetapi sialnya saya tidak dapat memenuhi semua titipan tersebut karena memang barang titipan tersebut tidak bisa saya temukan di Surabaya. setelah berbelanja kemudian saya langsung menuju ke Bandara Juanda Untuk Segera Berangkat ke Kupang akan yup tanggal 8 Maret 2010 pukul 16:00 WIB saya tiba Di Bandara Juanda Surabaya. akan tetapi saya tidak langsung menuju ke Ruang Tunggu Bandara tapi karena lapar maka saya putuskan untuk makan dahulu. akhirnya tiba Wakunya saya masuk keruang tunggu akan tetapi tiba-tiba saya mendapatkan telpon dari seorang teman yang meminta menunggu dia dulu sebelum masuk ke ruang tunggu di Bandara. akhirnya saya putuskan untuk menunggu setelah dia datang dan berbincang sebentar maka saya segera bergegas masuk keruang tunggu. sialnya lagi sebelum masuk kebandara tiba-tiba saya baca di Pengumuman bahwa Pesawat yang akan saya naiki di tunda keberangkatanya di karenakan faktor teknis. akhirnya saya dan teman saya memutuskan untuk duduk minum dahulu sambil menanti keberangkatan Pesawat. kira-kira setelah setengah kami duduk ngobrol saya kemudian melihat kembali pengumuman keberangkatan pesawat yang akan saya Tumpangi. yah saya baca dengan mata kepala sendiri "Batavia-air SBY-KPG 17:00 Delayed" tidak puas dengan membaca papan pengumuman tersebut saya memutuskan bertanya kepada Counter batavia di Bandara tersebut perihal Penundaan Keberangkatan tersebut dan betapa kagetnya saya ketika Petugas dari Batavia Air tersebut Mengatakan bahwa pesawat Sudah siap berangkat!!! saya pun langsung berlari menuju tempat kami duduk minum dan segera mengangkat barang bawaan saya untuk melakukan Check In. Sialnya, sampai nya di Counter Batavia Petugas mengatakan bahwa saya sudah tidak bisa lagi masuk ke dalam Pesawat dikarenakan Pesawat akan segera Lepas Landas. dan Akhirnya Pesawat tersebut meninggalkan saya Di Bandara. kemudian saya menelpon teman saya dan mengatakan kalau saya ketinggalan Pesawat. akhirnya teman mau menunggu kembali di Bandara dan mengatakan akan membantu saya. dengan napas tersengal-sengal saya kemudian lari menuju ke tempat teman saya menunggu. setelah berdiskusi sekian lama akhirnya teman memutuskan untuk membelikan tiket pesawat untuk kebarangkatan selanjutnya. saya tidak bisa menunda keberangkatan karena saya harus sudah tiba di Kupang sebelum Jam 09:00 WITA. setelah membeli tiket baru maka saya langsung masuk keruang tunggu dan melakukan Check In agar kejadian tertinggal pesawat tidak terulang kembali. dan sialnya lagi ternyata pesawat yang akan saya tumpangi tersebut ditunda lagi keberangkatannya hingga 1 jam. karena takut ketinggalan lagi maka saya putuskan menungggu di dalam hingga pesawat diberangkatkan. akhirnya pada pukul 21:00 WIB pesawat diberangkatkan dan kali ini saya tidak terlambat kembali. Pukul 00:00 WITA akhirnya saya tiba di Bandara El tari Kupang. Abang Saya yang akrab dipanggil dengan Abang Albert Sudah menunggu di depan bandara. sesampainya di rumah Budhe Saya di kupang saya langsung beristirahat dan menunggu esok hari untuk mendapatkan pengarahan dari Kantor KPU Provinsi NTT.
Paginya saya kemudian bangun pagi dan segera bergegas menuju Kantor KPU Provinsi NTT. sesampainya di kantor kemudian kami (sekitar 26 CPNS KPU 2010) mendapat pengarahan dari anggota dan sekretariat KPU tentang pola-kerja di KPU, sekaligus menerima SK CPNS tentang penempatan tugas. Setelah meneriam Amplop Coklat yang berisi SK tersebut saya baca dan ternyata saya mendapat penempatan di Kabupaten Flores Timur yang tak saya duga tempat tersebut ternyata adalah LARANTUKA. setelah mendapatkan pengarahan saya kemudian bertemu dengan teman yang sama-sama mendapat penempatan di Larantuka. akhirnya kami bersepakat bahwa kami akan berangkat menuju ke Larantuka pada Tanggal 10 maret 2010. setelah pulang dari KPU Prov NTT saya kemudian segera bergegas melakukan persiapan untuk segara menuju tempat dinas sesuai dengan yang tercantum dalam SK CPNS saya. akhirnya pada tanggal 10 maret 2010 dengan menggunakan kapal laut Sirimau saya berangkat menuju ke Larantuka. hampir saja saya terlambat lagi akan tetapi ternyata kapal berangkat tidak sesuai dengan jadwal yang disebutkan dalam ticket peasawat dan saya pun masih mempunyai waktu lama. pagi hari pukul 06:00 akhirnya kami tiba di Pelabuhan Larantuka. sesampainya di Larantuka kemudian saya bergegas untuk mencari kos yang dekat dengan dengan kantor untuk memudahkan saya waktu masuk kekantor karena saya tidak mempunyai kendaraan di Larantuka. beruntungnya saya langsung mendapatkan Kos pada Hari saya tiba Di larantuka. tapi sialnya saya tidak bisa masuk menghuni kos tersebut dikarenakan kunci kamar masih di bawa oleh salah satu penghuni kos. akhirnnya saya putuskan untuk menginap di penginapan selama satu hari baru kemudian esoknya bisa langsung menghuni kos. sialnya lagi bahwa ternyata kos di Larantuka ternyata tidak sama dengan kos-kos yang ada di Jawa. sebelum mandapatkan kunci kos saya memutuskan untuk segera melapor diri di Kantor sesuai dengan perintah dari Kantor KPU Provinsi. setelah melaporkan diri di kantor KPU larantuka saya kemudian segera meluncur menuju kos-kosan baru. sampai di kosan baru, sialnya saya mendapati kamar yang sebenarnya tidak layak huni. tapi apa boleh buat mau-tidak mau terpaksa saya masuk kekos tersebut. sialnya lagi baru 1 hari menghuni kos tersebut 2 Handphone saya langsung raib dibawa oleh pencuri. yah terpaksa harus merelakannya karena memang susah untuk melacak keberadaan benda mungil yang selalu menjadi sahabat setia setiap saat. setelah kejadian handphone hilang kemudian saya mulai aktivitas baru dengan teman-teman baru. baru beberapa hari bekerja di kantor baru saya mendapatkan tugas baru untuk turun di Kecamatan guna membuat Daftar Pemilih Tetap (DPT) di 2 Kecamatan. dan saya mendapatkan Tempat di Daerah Adonara tepatnya Adonara Tengah dan Adonara barat. waktu itu saya Tugas bersama dengan atasan saya. sesampainya di Kecamatan Adonara Barat kemudian saya langsung bekerja walaupun belum terlalu paham tapi akhirnya saya dapat menyelesaikan tugas tersebut. walaupun dalam pekerjaan tersebut makan waktu yang sangat lama dan cukup menguras pikiran dan tenaga. setelah pulang dari Tugas tersebut saya kemudian menjalankan aktivitas seperti sedia kala. tiba saatnya saya kehabisan amunisi sialnya saya melakukan kesalahan bodoh dengan melakuakan pertukaran helm milik teman kerja saya tanpa disengaja. dan membuat saya akhirnya harus membelikan helm baru sebagai penggati helmnya yang tertukar. dan helm tersebut seharga 300rb disaat saya kehabisan uang owh betapa sialnya aku!!! semoga pelajaran ini bisa membuatku lebih waspada untuk kedepannya agar tidak terjadi kesialan-kesialan seperti yang saya alami sampai saat ini.
ini sekedar unek-unek saja.....

Kamis, 14 Januari 2010

Catatan Sebuah Kisah "Mbrojol"


Dimulai dari sebuah insprirasi yang muncul setelah aku nonton film berjudul “Kambing Jantan”, sebuah film tentang seseorang yang rajin menuliskan kisah hidup dan pemikirannya dalam sebuah catatan, ditunjang dengan hobiku menghabiskan waktu di warnet, memunculkan sebuah keinginan untuk membuat sesuatu yang menurutku menarik untuk dilakukan, yaitu membuat sebuah Catatan Kisah hidup dan pemikiranku, yang mungkin menurut orang tulisan ini nggak penting atau nggak ada nilainya, tapi menurutku ini akan menjadi kenangan indah tentangku, yang mungkin baru dapat                                                                         kunikmati setelah aku tua nanti.
Mbrojol” dalam bahasa Indonesia “keluar dengan tiba-tiba”
Cerita ini dimulai dari suatu tempat di Jawa Tengah, di kabupaten Klaten dan lebih  terperinci lagi di desa Jatinom dan tepatnya di sebuah rumah, milik dari Eyang Soeharsono. Rumah tersebut cukup luas dan dihuni oleh banyak anggota keluarga. Para penghuninya adalah pertama,  Eyang M. Soeharsono sebagai kepala Rumah Tangga, sekaligus sebagai pemilik rumah. Kedua, Eyang Elisabeth Siti Sumarni, sebagai Ibu rumah tangga, sekaligus istri sah dari Eyang Soeharsono. Ketiga, Ibu Susana Erni Herawatie, sebagai putri pertama dari Eyang Soeharsono. Keempat, Bapak Usfal Pius, Sebagai anak mantu dari pemilik rumah, sekaligus suami dari Ibu Susana Erni Herawatie. Kelima, Bapak Purnomo Hadi, sebagai Putra kedua dari Pemilik Rumah. Keenam, Ibu Ermawati Rahayu yang akrab dipanggil dengan sebutan “Mbak Tipluk”, sebagai anak ketiga dari bapak dan ibu Rumah Tangga tersebut, sekaligus adik dari Ibu Susana dan Bapak Purnomo, yang akrab dipanggil dengan nama “Om Pur”. Ketujuh adalah Bapak Hendratmojo yang akrab dipanggil dengan sebutan “Om Endot”, yang merupakan anak bungsu dari Eyang Soeharsono atau akrab dipanggil dengan nama “Kakung”, dengan Eyang Siti Sumarni yang Sering kami Panggil dengan sebutan Uti (Eyang Putri ). Terakhir Kedelapan adalah Wulan Ayu Mandasia Rasi Usfal, yang merupakan anak pertama dari Pasangan Suami istri Bapak Pius dan Ibu Susana. 
Pada tanggal 8 July 1986, di rumah tersebut mendapatkan pesanan  membuat makanan, untuk sebuah acara, dan makanan tersebut berupa “Arem-arem” dan “Resoles”,  masing-masing sebanyak sekitar 1000 biji. Kegiatan memasak tersebut dimulai dari pagi, kira-kira mulai pukul 3 dini hari. Proses pengerjaan pesanan tersebut dipimpin langsung oleh komandan dapur, yaitu Eyang Uti. Suasana pagi di rumah itu sangat ramai, karena banyak tetangga yang ikut dan terlihat sibuk sekali. Pada tanggal tersebut Ibu Susana Anak sedang hamil besar dan usia kehamilannya pun cukup tua. Karena saking sibuknya suasana pada saat itu, sampai-sampai ada satu hal yang sangat penting dan urgent, terabaikan dan terlupakan. Hal itu adalah kehamilan dari Ibu Susana yang memasuki dalam kondisi Siaga Satu, dan siap untuk melahirkan, walaupun memang belum ada tanda-tanda bahwa anak yang ada dalam kandungan tersebut akan keluar hari itu.
Pada pukul 18:00, pada saat Semua Orang sedang sibuk-sibuknya untuk mengemas makanan tersebut, tiba-tiba terdengar teriakan dari seorang ibu yang sangat menggemparkan seluruh isi rumah tersebut. Yupphh,, tak diduga dan tak dinyana, tiba-tiba keluar air dari perut sang ibu, yang ternyata  adalah air ketuban. Dengan keluarnya air tersebut, maka dapat dipastikan bahwa anak yang masih di dalam kandungannya tersebut memberontak dan ingin segera keluar dari dalam perut, untuk dapat merasakan segarnya udara di dunia ini.
Kepanikan dan kesemrawutan, itulah gambaran kondisi yang ada pada saat itu. Ketidaksiapan akan kelahiran tersebut, membuat orang-orang menjadi bingung untuk mengambil keputusan apa yang harus dilakukan. Akhirnya dengan cekatan, Om Pur segera mencari bantuan pertolongan dengan mencari mobil carteran untuk membawa Ibu tersebut kerumah sakit, untuk segera melahirkan. Tidak lama berselang, akhirnya mobil tersebut datang juga dan segera mengangkut sang ibu.  Pada dasarnya di perencanaan awal, Ibu tersebut akan dibawa menuju rumah sakit kota, yang letaknya kira-kira 30 km dari rumah. Akan tetapi karena waktu yang kurang bersahabat, ditambah sang bayi yang terus memberontak di dalam perut sang ibu, akhirnya diputuskan bahwa ibu tersebut akan dilarikan di sebuah puskesmas paling elit, di kawasan kecamatan jatinom yaitu PUSKESMAS JATINOM. 
Ternyata keputusan untuk melarikan sang ibu ke Puskesmas, adalah sangat tepat. Akhirnya pada tanggal 8 July 1986, di kala senja sang anak pun “Mbrojol” dalam Bahasa Indonesia (sudah keluar) sebelum memasuki Ruangan Puskemas. Karena proses kelahiran yang cukup praktis tanpa membuat orang lain kesusahan tersebut, maka atas kelahiran anak tersebut di kenai Biaya persalinan Rp. 4.500,00-. Akhirnya anak yang terlahir itu diberi nama oleh Sang Ibu Susana + Bapak Usfal Pius (+ Bisikan dari Sang Eyang) dengan nama “Adityo Danukusumo Usfal”.  

Jumat, 08 Januari 2010

Century Sebuah Uraian Singkat


Skandal Century, sebuah kata yang sering muncul di televisi pada penghujung akhir 2009 di seluruh stasiun televisi di Indonesia. sebenarnya ada apa dengan Bank Century. Sebelum sampai kata Bank Century, ada sebuah pengantar yang tidak kalah serunya dengan Century, yaitu terkait dengan Pembunuhan Nasrudin, seorang Direktur sebuah BUMN di Indonesia, yang dalam proses Penyelidikan kasus pembunuhannya, muncul nama seorang Ketua KPK yaitu Antasari Azhar yang diduga kuat sebagai otak pelaku pembunuhan tersebut. Tidak berselang lama, di dalam tahanannya muncul sebuah testimony yang "katanya" dari Antasari, yang menyatakan keterlibatan para ketua KPK terkait dengan kasus korupsi.

Berangkat dari testimoni tersebut, ditindaklanjutilah oleh pihak kepolisian dengan melakukan penyelidikan kepada para pimipinan KPK, yang terkait dalam testimony Antasari. Di tengah proses penyelidikan dan penyidikan, tiba-tiba muncul sebuah rekaman dari KPK yang pada inti isinya adalah mengenai pelemahan KPK sebagai lembaga pemberantasan korupsi di Indonesia. Istilah Buaya Vs Cicak pun akhirnya ikut-ikutan menjadi trend pula. Dari pihak kepolisian pun tidak mau kalah, nama Susno Duaji pun turut meramaikan tayangan televisi. Berbagai polemikpun muncul, berbarengan dengan aksi-aksi yang dilakukan dari berbagai masa. Kejanggalan-kejanggalan muncul dalam kasus ini, dan mulai melebar kemana-mana. Berangkat dari sebuah kasus korupsi dari sebuah perusahaan milik Anggoro dan Anggodo, akhirnya kasus ini merembet hingga kasus aliran dana BI ke Bank Century. Akhirnya nama Sri Mulyani dan Boediono pun ikut tersangkut pula. Tidak kalah sengitnya, di kalangan DPR RI pun ikut meramaikan kasus ini..

Sekian uraian singkat dan polos tentang kesemerawutan yang ada di Negeri ini. Tapi pada intinya seru juga  melihat para aparat saling gigit hingga akhirnya memaksa untuk saling membuka aib kesalahannya.  Permasalahan yang ada ini seharusnya menjadi sebuah pembelajaran bagi kita agar kita bisa menilai dan tahu apa yang harus kita lakukan dengan kondisi seperti ini.

Entri Populer