Senin, 24 Desember 2012

Akting Saat Mendesak

Disaat terdesak kita harus bisa berakting dengan sempurna, naluri artis harus selalu kita miliki demi keselamatan kita atau bahkan orang lain nie ku mau berbagi cerita waktu aku naluri sebagai aktor muncul ketika ada keadaan mendesak (overmacht) :
Pas kebetulan lagi nganggur aku diajak sama temen kos ke pesta pernikahan temennya di desa mudakaputu Ile Mandiri FLores Timur, nah pas baru mau duduk eh malah terjadi perkelahaian antar tamu gara-gara pada mabuk, langsung dah aku berdiri action jadi polisi sambil teriak-teriak kalo masih tetep berantem bawa ku bawa ke Pospol terdekat :D hasilnya lumayan semept berhenti sebentar tapi kacau lagi dahh hmmm saatnya undur diri kalau begini keadaanya.
Pas perjalanan kekupang, aku naik kapal sirimau nah pas sampe pelabuhan kupang, penumpang pada berdesakan untuk turun dari kapal pas antri tiba-tiba ada portir yang dengan seenak perutnya sendiri merasa sok jagoan mendesak dari depan kebelakang sampe didepanku ada ibu-ibu hamil merasa kesakitan karena ikut terdesak, nah akhirnya itu ibu menegur dia, bukannya berhenti e malah dia nantangin suami ibu itu pake ngancam-ngancam segala, melihat kejadian itu aku reflek langsung menurunkan kardus yang ku panggul dan dengan PeDe menunjuk muka orang tadi sambil berteriak kearah dia "HEy kau pergi dari situ !!!, atau saya tembak " serentak semua penumpang melihat kearahku , waduh aku pun jadi grogi sendiri, mana aku juga seumur-umur belum pernah pegang pistol ditas yang kubawa pun nggak ada pistol, tapi aku pun ngga berusaha untuk lari malah aku pura-pura mau maju kedepan tetapi kan pasti nggak bisa karena penuh semua, sambil dalam hati juga ketakutan kalo ketahuan aku orang sipil bakalan dikroyok dah, gag kurang akal aku tunjuk dia lagi sambil berteriak "KAu tunggu saya dibawah saya tembak kau" nah teriakan yang kedua ini untungnya bener-bener manjur portir itupun kabur karena ketakutan dalam hati ini berasa lega sekaligus haru {karena gag ketahuan} kalo sampe ketahuan gag tahu dah jadi apa aku diatas kapal :D

Jumat, 14 Desember 2012

Pekerjaan

Sesuai dengan pekerjaanku di sebuah instansi pemerintah yang mengurusi pemilihan para pemimpin atau perwakilan rakyat di republik ini, sudah bisa dipastikan ketika akan dilksanakan even akbar itu kesibukan yang terjadi dikantor sangat luar biasa, bisa jadi kami tidak lagi mengenal siang dan malam begitu banyak kegiatan yang harus diselesaikan dengan berbagai aturan main yang mengikat kami dengan batasan waktu, sehingga membuat kami mengeluarkan tenaga lebih untuk menyelesaikan pekerjaan kami dengan tepat pekerjaan dan tepat waktu.

Sampai saat ini aku merasa pekerjaan yang aku jalani masih berjalan lancar.  Belajar dari sebuah pengalaman, menikmati pekerjaan hingga membuatnya seperti sebuah "permainan" yang menyenangkan, mau mencoba hal yang baru, mau mendengarkan orang dan bisa memutuskan satu persoalan menjadi sebuah kunci terselesaikannya pekerjaanku hingga saat ini.

Belajar dari sebuah pengalaman yang aku maksud ini adalah dalam mengerjakan sesuatu aku biasa membuat perbandingan cara atau strategi yang aku gunakan untuk menyelesaikan pekerjaanku mana yang lebih efisien dan tepat itulah yang akan aku gunakan, maka dari itu aku harus berani untuk mencoba hal-hal yang baru apapun resikonya, kegagalan itu adalah satu hal yang biasa tetapi ketika aku menemukan cara baru hingga aku bisa berhasil, itu adalah sesuatu yang menurutku sangat luar biasa.

Dalam pekerjaan yang aku geluti saat ini, adalah sebuah pekerjaan yang membutuhkan kerjasama dalam sebuah Tim, yang tentunya bukan aku sendiri yang menyelesaikan pekerjaan ini, untuk itu diperlukan sebuah kepekaan dalam menjalani pekerjaan, ketika kita dihadapkan pada situasi mentok maka kita harus mau mendengarkan saran dari orang lain karena kadang dalam situasi tertentu kita juga membutuhkan pemikiran orang lain hingga membantu kita untuk keluar dari persoalan itu.

Mampu membuat sebuah keputusan!! ketika kita dihadapkan dalam beberapa pilihan maka kita harus mampu memutuskan langkah mana yang harus kita ambil. Menurutku dalam sebuah keputusan aku tidak boleh mendua atau tidak membuat keputusan sama sekali. Tidak boleh mendua karena kita akan mengalami kesusahan ketika kita berjalan mendua karena kemungkinan gesekan-gesekan akan muncul ketika mengambil pilihan ini. Tidak boleh untuk tidak membuat keputusan karena itu membuat kita terhenti di satu titik tanpa tahu apa yang ada di depan kita. 



Dalam hal pekerjaan aku selalu berusaha untuk menjadi sosok spongebob yang selalu merasa pekerjaan adalah sahabat atau teman yang menyenangkan hingga dia dapat menyelesaikan semua pekerjaannya dengan menyenangkan.
 -Selamat Bekerja-

Desember 2012 :)

Hujan atau gerimis saat ini semakin menguatkan karakter bulan desember, ada dua moment besar di bulan ini pertama Natal dan kedua adalah malam pergantian tahun baru dua moment inilah yang membuat Desember terasa menjadi bulan special bagi kebanyakan orang.
Desember ini bagiku menjadi bulan yang membuatku gelisah, entah kenapa aku merasa cukup gelisah saat ini. Berada sangat jauh dari keluarga, memunculkan rasa kangen untuk berkumpul bersama keluarga tercinta menjadi terasa sangat kuat. Saat turun rintik hujan aku mendengarkan lagu-lagu natal atau lagu-lagu slow membuat angan melayang-layang sampai kerumah bercanda dengan Bapak, Ibu, kakak, adik2 ponakan dan semuanya.
Rasa sedih jelas muncul ketika memikirkan hal itu, tetapi sampai saat ini aku selalu berusaha untuk menjadikan rasa ini sebagai salah satu seni dalam menjalani hidup ini. yang pasti aku tidak akan pernah tahu ada perasaan seperti ini jika aku berada di rumah, jadi sampai saat ini aku merasa bersyukur aku diberikan rasa ini.  Desember tahun ini aku mungkin tidak bisa pulang kerumah untuk berkumpul bersama keluarga, bukan karena tidak ingin atau tidak ada uang untuk pulang kerumah, tetapi karena tuntutan pekerjaan hingga memaksaku tidak bisa pulang kerumah.
Desember kali ini membuat aku merasa seperti makan permen nano-nano, dan aku sangat senang dengan ini minimal untuk saat ini dan dengan ketidakpulanganku ini aku lebih bisa merefleksikan makna keberadaan keluarga. Selamat Bulan Desember. :) 

 

Minggu, 30 September 2012

Believe In God??

Menurutku sifat utama manusia yang tidak menunjukkan sebuah iman atau kepercayaan akan keberadaan Tuhan Sang Pencipta Alam Semesta adalah "Rasa Takut".  Seringkali orang yang mengatakan bahwa dia sangat percaya dengan Tuhan dengan berdoa secara khusuk dan sebagainya, tetapi dalam dalam menjalani hidup ternyata sama sekali tidak menunjukkan rasa kepercayaan itu!!!!!

Menurutku dan semoga diamini sama orang lain, waktu menciptakan alam semesta ini Tuhan sudah memikirkan semuanya. Sebagai satu contoh nyata adalah dalam penciptaan makhluk, ruang dan makanan, Tuhan sudah mendesain alam ini dengan sangat sempurna ada kehidupan dan kematian ada sebuah rantai makanan yang sangat detail dan sempurna, ada pemangsa dan ada pemangsa yang sama-sama mempunyai batasan umur masing-masing, jadi kalau ada sebuah keseimbangan yang bagus maka aku yakin yang namanya kekurangan itu tidak akan ada. 

Faktanya saat ini banyak mahkluk-mahkluk lain ciptaan Tuhan banyak yang hampir punah atau hilang dari bumi. Kenapa ini bisa terjadi ? Menurutku ada satu hal mendasar kenapa apa yang ada di bumi ini menjadi "seakan-akan tidak cukup menghidupi manusia".  "TAKUT"  ketakutan dalam diri manusia bahwa apa yang ada di bumi ini tidak akan bisa memenuhi kebutuhan manusia hingga banyak terjadi ekplorasi dan penyimpanan/penampungan besar-besaran oleh manusia untuk menyiapkan kebutuhannya  yang akan datang. lebih parah lagi ketakutan ini dibarengi dengan ketamakan yang semakin menghancurkan siklus yang diciptakan oleh Tuhan.

Menurutku jika alasan untuk menampung atau menyimpan harta adalah untuk kebutuhan anak-cucu kelak adalah omong kosong belaka, karena jika kita pikir dengan logika yang sehat, ketika semua isi bumi kita habiskan sekarang untuk disimpan tanpa kita beri kesempatan mereka untuk beregenerasi, apakah nanti anak cucu kita bisa menikmati apa yang kita simpan saat ini? sebagai satu contoh tentang Nelayan dan Ikan Tuna, banyak ekplorasi terjadi untuk mengumpulkan harta berupa uang atau lain segalanya. Untuk mendapatkan itu semua Nelayan akhirnya mencari jalan pintas dengan menggunakan BOM IKAN untuk menangkap ikan itu dengan mudah sehingga dia bisa menjual ikan hasil tangkapannya untuk menabung demi anak cucunya kelak. Tetapi yang tidak dia sadari adalah karena perbuatannya akhirnya Ikan Tuna habis dan tidak diberikan kesempatan untuk beregenerasi kembali. Memang banyak uang yang bisa dia kumpulkan dengan cara kerjanya, tetapi ketika Ikan-ikan itu habis, darimana dia akan mengais rejekinya? Jika kita beralasan itu demi anak-cucu kita, apakah kita tahu bahwa anak cucu kita menginginkan uang atau emas? jika ikan atau sumber makanan kita habiskan semua saat ini, apakah anak cucu kita kelak akan kita suruh memakan uang yang sudah kita kumpulkan!! jika seperti itu yang terjadi, sungguh sangat biadab menurutku jika saat ini kita bisa memakan makanan yang nikmat berupa ikan, daging, nasi dan lain-lain tetapi  anak cucu   kita, kelak kita suruh mereka untuk memakan kertas yang terdapat angka nominal di dalamnya. Jika kita tetap seperti ini jangan pernah marah jika kelak di atas kuburan kita mereka tidak mendoakan kita tetapi mencaci maki kita karena keserakahan kita saat ini.

Are you believe in God ?? Don't be afraid 

Senin, 24 September 2012

Sejenak Di Maumere


Maumere aku datang!!!
Ikuttttttt....
 Jumat sore 21 September 2012, aku menulis sebuah status di Facebook "Bingung mau apa kemana dimana hadew...." Status ini aku tulis karena sejak Mas Bro Chandra pergi meninggalkan Larantuka, aku jadi agak kebingungan untuk melakukan sesuatu menjelang hari libur. Sepulang dari Kantor aku sempat ke Taman Kota untuk menikmati suasana Food Court baru di Larantuka bersama dengan 2 orang sahabatku Amie dan Nia. Selesai menikmati suasana Taman Kota aku langsung pulang ke kos dan tidur. Sejenak terlelap tiba-tiba  aku mendengar bunyi telfon, dan akupun terbangun. Kulihat handphoneku ternyata panggilan dari seorang sahabat yang pindah ke Larantuka bernama Mas Avi, dia mengatakan akan datang ke kos sebentar lagi. tidak berselang lama Mas Avi pun datang ke kos dan kamipun berbincang-bincang menghabiskan malam sambil menonton TV. Setelah Mas Avi hampir pulang ke rumahnya, dia mengatakan Sabtu esok hari akan mengajakku ke Maumere untuk menemui temannya yang juga baru pindah dari lampung ke Maumere.
Sabtu, 22 September 2012 akupun bangun pagi "dibangunkan paksa sama Mas Avi" dan langsung menuju kamar mandi. Selesai mandi aku langsung meluncur ke rumah Mas Avi yang sudah menunggu ku lumayan lama. Akhirnya kamipun keluar dari rumah untuk sarapan rawon di warung Arema dan mengisi bensin, selesai itu semua, kamipun langsung meluncur ke Maumere. Dalam perjalanan kami  sempatkan bercanda ria dan berfoto-foto ria untuk menikmati perjalanan kami. Setibanya di Maumere kami langsung menuju ke rumah temannya Mas Avi yang namanya Pak Dina, tetapi ternyata Pak Dina sudah menunggu di tempat makan di dekat Minimarket Barata dan kamipun menyusul kesana sesampainya di warung makan kamipun langsung diajak untuk makan bersama. Selesai makan kami langsung menuju ke Kantor Pak Dina dan Mas Irham (teman kerja Pak Dina) untuk menyelesaikan keperluan kami selama di Maumere. Selesai urusan semua, kamipun diajak menuju Hotel Wailiti untuk ngobrol sambil menikmati minuman dan camilan. Selesai dari Wailiti kami menuju ke Toko My Bread untuk makan malam dan duduk bercerita.

Minggu, 23 September 2012, Sepulang dari My Bread kamipun pulang ke rumah Bang Irham, sampai dirumah kami tidak langsung tidur tetapi masih bercerita-cerita sambil bertukar pikiran dan pengalaman hidup  kira-kira pukul 00.15 Pak Dina memutuskan untuk tidur lebih dahulu, hingga tersisa aku, Mas Avi dan Bang Irham yang masih melanjutkan obrolan yang pada intinya menceritakan bahwa kebanyakan orang yang berhasil dan sukses itu mempunyai latar belakang kenakalan. tidak terasa waktu menunjukkan pukul setengah empat subuh dan akhirnya kamipun memutuskan untuk menyudahi obrolan untuk istirahat, karena paginya aku dan Mas Avi harus menempuh perjalanan selama kurang lebih 3 jam untuk pulang. Bangun pagi kamipun langsung mandi dan Sarapan. Setelah pulang sarapan kamipun berpamitan untuk pulang, tetapi kami tidak langsung pulang menuju Larantuka melainkan masih berjalan-jalan di kota Maumere.

apa to itu dijepret kok keluar cahayanya
Akhirnya saat itu Mas Avi memutuskan untuk membeli kamera digital untuk mengabadikan setiap moment. setelah membeli kamera digital, tiba-tiba terbersit dalam benakku untuk berjalan-jalan ke tempat wisata di Maumere, tetapi karena aku kurang tahu dimana saja tempat, tidak kurang akal akupun langsung bertanya kepada pemilik toko kamera digital itu, dan dia merekomendasikan satu bukit yang bagus yaitu bukit Niloh.



Ojek Ko? Eja...
Tanpa pikir panjang kamipun langsung meluncur menuju Bukit Niloh, tidak salah ternyata orang itu merokomendasikan tempat.  Walaupun tempat itu merupakan lokasi untuk berziarah bagi Umat Katholik, tetapi menurutku tempat itu juga bisa digunakan sebagai tempat wisata yang indah, karena dari sana kita bisa menikmati seluruh wilayah maumere kota dari atas bukit. Di Niloh kamipun tidak melewatkan untuk inreyen kamera digital yang baru kami beli, setiap moment dan tempat tidak luput dari jepretan kami seolah tidak mau melewatkan moment begitu saja.

Behind Mother Of The World 
Itu lho di atas sana
Puas menikmati alam Bukit Niloh, kamipun memutuskan untuk pulang menuju Larantuka karena waktu sudah hampir sore dan perjalanan yang akan kami tempuh masih sangat jauh. Sampai di Maumere kota, kamipun menuju
 ke toko My Bread kembali untuk

Keburu Lapar :(
makan siang, selesai makan kami langsung menuju pom bensin dan kemudian meluncur keluar Maumere menuju Larantuka. Belum keluar dari Maumere kami melihat ada tempat menarik di pinggir jalan Maumere-Larantuka. Melihat tempat itu akhirnya kami memutuskan untuk singgah sebentar melihat tempat tersebut.





Ini lho tempatnya!!!!
Pantai Waiterang ternyata nama tempat itu. setelah berhenti kamipun berjalan-jalan disekitaran pantai itu dan tidak lupa juga urusan jepret kanan jepret kiri. Waktu berjalan-jalan di pantai itu aku melihat ada bangkai pohon yang menarik hingga kami memutuskan  untuk berfoto-foto disana. Sesampainya di tempat itu, ternyata ada seorang touris mancanegara yang mendatangi kami berdua, dan menawarkan diri untuk mengambil foto kami berdua.
Tebak Avi yang mana

Kaburrrr

Aku Datang.....
Akhirnya kamipun berkenalan dengannya Stephanie Mesmaekers namanya seorang tourist dari belgia yang berprofesi sebagai chemist di Negaranya. Dengan modal Toelf 550 yang diterbitkan oleh Lembaga Junaedi English Center akhirnya kamipun mengobrol

Beauty and the Bear!!!
ini jempolku
lovely moment :)
dengan menggunakan Bahasa Inggris yang berkolaborasi dengan Bahasa Isyarat. Ada banyak pelajaran berharga yang aku dapatkan, pada saat mengobrol salah satunya adalah ternyata aku menyadari atas sebuah kesalahan masa laluku dimana pada waktu pelajaran Bahasa Inggris aku sering

keluar ke kamar mandi, hingga aku banyak melewatkan kata-kata dalam bahasa Inggris yang aku lewatkan, tetapi untungnya aku ngga kehilangan akal. Percakapan yang menurutku menarik waktu itu, kebetulan pas ada "jambu monyet" atau "Jambu Mente" dia bertanya "What is this tree?" akupun bingung untuk menjawabnya, karena aku tidak tahu apa bahasa Inggrisnya Jambu Mente  (pas pelajaran kata Jambu Mente aku ijin ke kamar mandi),
waktu itu Stepahie bilang "iki opo ya kok banyune akehmen"
tapi aku ingat kalau pesen jus jambu tulisanya biasanya Guava, maka akupun dengan PD menjawab "one kind of guava" dan diapun merespon dengan ekspresi "tahu" tapi agak heran, yang aku terjemahkan sebagai bentuk kebingungan akupun teringat di silverqueen dalamnya pasti ada kacang mentenya, tapi celakanya pas pelajaran bahasa inggrisnya "isi" kebetulang aku lagi ijin ke UKS jadi susah juga aku menjelaskan. Tidak hilang akal, pas jalan aku lihat ada kerikil, langsung saja aku ambil kerikil itu, lalu aku bertanya "you now Silverqueen ?"  lalu dia jawab "yup i see" langsung aku jepit kerikil itu sambil berkata "In Silverqueen there is Chocolate and (sambil nunjuk kerikil)" terus dia pun menyahut "Casu?",
walaupun tidak tahu apa yng dia bilang akupun  langsung menjawab "yes that is sambil nunjuk jambu mente itu", baru hari ini aku tahu bahasa inggrisnya yang bener ternyata "cashew". dan kami pun melanjutkan perjalanan, tetapi walaupun bahasa inggrisku seperti goyangnya Anissa Bahar "patah-patah", tetapi ternyata aku masih mendingan dibandingkan dengan Mas Avi :D Pisssss Mass... ?


So sweet
Akhirnya karena hari mulai gelap kamipun harus berpisah, karena aku harus melanjutkan perjalanan pulang ke Larantuka.
Ndang Balio Sri...... 
Cukup menyenangkan bagiku, sejenak menghabiskan waktu liburan di Maumere dengan Modal berkekurangan, tapi tidak mengurangi indahnya perjalanan kami.

Senyuman Rusa Flores

-Indahnya Liburan-






 

Rabu, 05 September 2012

Suasana Baru



Dahulu aku merasa ada sebuah suasana yang menurutku tidak bagus hingga membuatku kurang nyaman dalam suatu keadaan, tiap hari membuatku selalu jengkel hingga aku tidak bisa memaksimalkan pekerjaanku, karena aku tidak mempunyai semangat sama sekali. Aku merasa semua jalanku untuk dapat mengembangkan diri di dalam dihambat, hingga aku berfikir lebih baik aku mengembangkan diriku diluar. Tapi mulai kini keadaan menjadi sedikit berubah, minimal untuk sementara waktu hingga muncul kepemimpinan baru.

Sebuah asa muncul bahwa kedepan, dengan pengalaman yang ada di masa lalu, esok muncul sosok pemimpin yang baik, dalam artian sosok yang dapat membina dan bersikap adil terhadap orang-orang yang dipimpinnya. seorang pemimpin yang dapat aku jadikan panutan dalam bertindak, seorang pemimpin yang dapat menciptakan kader yang tangguh ketika dia sudah tidak lagi menjadi seorang pemimpin, seorang pemimpin yang tidak memperlakukan secara diskriminasi terhadap orang-orang yang dipimpinnya.

Saat ini asa itu memang hanya sebuah harapan, tapi aku mempunyai sebuah keyakinan akan hal itu entah siapapun kelak yang akan menjadi kapten di tempat ini, dan jika sosok seperti yang aku harapkan ini muncul, dengan segala daya dan upaya aku pasti akan mendukungnya dalam setiap kebijakan-kebijakan yang dipilih, aku akan berusaha untuk memberikan seluruh kemampuan yang kumiliki dengan maksimal. tetapi jika ternyata apa yang dilakukan seperti "dahulu" maka pilihan untuk melakukan resistensi pasti akan muncul kembali dalam diriku.






Dalam masa transisi ini aku memulai sedikit demi sedikit untuk merubah kebiasaanku selama ini, dahulu aku yang jarang sekali terlibat dalam berbagai kegiatan, aku yang menghilangkan nilai-nilai disiplin, kini perlahan mulai aku perbaiki, dan aku berjanji setelah masa transisi ini, jika muncul sosok pemimpin yang baik dan bijaksana, aku akan terus berusaha untuk lebih baik dari dahulu. Inilah secercah harapan dan citaku.

-Aku mendambakan sosok pemimpin, bukan bos-



Rabu, 22 Agustus 2012

Aku = Aku, Kamu = kamu dan Dia = Dia

Satu hal yang sangat aku hindari dan aku benci, tetapi aku kadang masih melakukannya sendiri, yaitu membanding-bandingkan antara satu orang dengan orang lain. Hal ini menjadi sebuah kebiasaan dari manusia yang mungkin paling aku benci, karena aku mengalami sebuah trauma dengan hal ini. Waktu kecil aku sering mendapatkan pengalaman yang pahit dengan hal ini, terutama dalam hal nilai pelajaran di sekolah. Ketika aku mendapatkan nilai yang jelek kemudian kedua orang tuaku mulai membanding-bandingkan antara aku dengan teman-temanku lainnya, saat itu lah aku merasa sangat kesal dan jengkel.

Mungkin niat kedua orang tuaku baik, untuk memberikan aku motivasi untuk bisa seperti teman-temanku. Tapi bagiku dengan cara itu aku sangat tersiksa hingga aku harus selalu berada dalam bayang-bayang teman-temanku yang lain. Dalam otak ini hanya berfikir untuk mengejar sebuah hal yang menurutku sia-sia, karena motivasiku hanya terbatas untuk membuktikan bahwa aku bisa sama atau lebih dengan teman-temanku dalam hal itu saja, padahal menurut ku masih banyak ruang lain dimana aku juga mempunyai kemampuan yang lebih di antara orang lain, tetapi hanya karena pikiranku yang terkungkung, akhirnya membatasi pikiranku untuk berkembang dalam hal lain.

Menurut seorang filsuf, kita dilahirkan dengan  kemampuan tinggal bagaimana kita mengolah kemampuan kita. Selain itu dalam hidup ini aku sangat yakin bahwa seseorang mempunyai keahlian yang berbeda-beda antara satu dengan yang lain, karena memang dunia ini tercipta untuk saling melangkapi, ada ganjil maka ada genap, ada kanan maka diciptakan kiri, sehingga menurutku membanding-bandingkan antara satu orang dengan orang yang lain adalah suatu kesalahan yang sangat mendasar. Mungkin kita melihat bahwa mereka yang kaya itu lebih hebat dengan mereka yang miskin, tetapi kita tidak tahu bisa saja si miskin lebih bahagia daripada si kaya, atau bisa saja Buyung lebih pandai dalam bidang matematika daripada Otong, tetapi ternyata dalam melukis,  Otong lebih lihai daripada Budi.

Dari sini aku mengajak kita untuk tidak membanding-bandingkan satu orang dengan orang lain, karena menurutku hal itu tidak berguna dan cenderung merugikan kita sendiri, karena dapat mengabaikan kemampuan kita yang sesungguhnya. bebaskan pikiran ini sehingga kita bisa berfikir untuk memaksimalkan kemampuan diri kita sendiri, daripada kita terlalu sibuk untuk melihat orang lain. Biarkan orang itu menjadi hebat dengan keadaanya dan kita juga menjadi hebat dengan keadaan kita sendiri.

karena aku tidak sama dengan kamu atau dia

In Memoriam

Ketika mengalami sebuah keadaan merasa sendiri dan kita terjebek dalam sebuah kegelisahan, mungkin kebanyakan dari kita akan mengingat-ingat masa-masa indah saat berkumpul dengan keluarga, sahabat, pacar dan lain-lain. Ketika angan-angan itu mulai terbuai lalu terbersit sebuah pikir dan hasrat untuk kembali ke masa itu, masa yang mungkin bagi kita sangat menyenangkan. Dan aku juga sering mengalami hal itu, aku sering berandai-andai jika ada sebuah mesin waktu, aku sangat ingin membalikkan waktu, waktu dimana aku merasa sangat senang dan nyaman dengan kondisi saat itu.

Tetapi inilah hidup, setiap detik yang berputar tidak pernah bisa kita balikkan lagi, bahkan walau kita mencoba memutar jam dinding dengan cara terbalik seperti dalam film "Benyamin" kita tetap tidak bisa menemukan kondisi kita yang lalu kembali. semua berjalan tanpa menghiraukan masa lalu. Aku berfikir mungkin Tuhan memberikan kita sebuah ingatan memory untuk kita dapat mengenang atau menengok kembali tentang apa yang terjadi di masa lalu, seperti halnya perancang kendaraan menciptakan spion, untuk membantu menengok kebelakang untuk mengetahui kejadian atau peristiwa di belakang tetapi tidak untuk menatapnya terus-menerus karena akan dapat menghambat jalan kita.

Terakhir dalam kehidupan pun aku merasa harus seperti itu, dalam memandang sebuah peristiwa masa lalu kita tidak boleh terpuruk atau terjebak dengannya, cukup kita sedikit menengok lalu memilih jalan mana yang akan kita lalui, sebuah memory masa lalu yang menyenangkan, harus mampu membuat kita bangkit untuk selalu membuat memory yang indah kembali. Dan memory kita tentang masa lalu hanya memberikan gambaran dan pelajaran kepada kita, tentang bagaimana seharusnya kita berbuat agar kita bisa membuat kenangan indah lainnya di masa kini.....

Masa lalu menyimpan kenangan indah, tetapi didepan banyak keindahan yang bisa kita ciptakan lagi 
 


Kamis, 16 Agustus 2012

Larantuka dan Tawuran

Beberapa bulan terakhir ini, selama aku tinggal di Larantuka, sangat miris sekali ketika menyaksikan agenda rutin para muda-mudi yang didukung oleh orang tua mereka. Tawuran aku tidak tahu entah mengapa Tawuran selalu menjadi sebuah agenda rutin disini. Padahal setelah tawuran menurutku tidak ada keuntungan yang didapat mereka, malahan lebih banyak merugikan. kalah dapat sakit, menang pun dapat sakit, belum lagi seringkali akibat tawuran tersebut tidak jarang menimbulkan kerusakan pada rumah-rumah penduduk dan juga korban jiwa, tetapi aku sangat heran kenapa mereka tidak bosan dengan hal itu, bahkan cenderung menjadi sebuah kebiasaan rutin.

Apabila dihitung untung rugi seperti tadi, aku pribadi jelas lebih memilih tidur di kos daripada ikut tawuran. Padahal jika dilihat dari keseharian mereka, banyak hal-hal positif dan menghasilkan daripada sekedar tawuran. Memancing atau menjadi nelayan misalnya, banyak hal yang bisa didapatkan dari kegiatan memancing, selain kepuasan bathin, menjadi nelayan juga memberikan keuntungan materiil yang lebih kepada mereka. berdasarkan hasil wawancara informalku dengan para nelayan muda yang ada dilarantuka, jika mereka melaut dalam satu hari, hasil yang didapat kadang bisa digunakan untuk biaya hidup mereka selama sebulan. Bayangkan jika mereka mau menekuni itu, dalam satu tahun pasti mereka bisa mendapatkan sesuatu yang lebih berharga daripada rasa sakit atau harus dikurung dalam bui akibat tawuran. Dengan kondisi alam dan budaya masyarakat Larantuka yang beragam, tentunya bukan hanya melaut saja yang dapat dijadikan sebuah pilihan untuk memperoleh keuntungan materiil.

Semoga  kedepan "budaya tawuran" di Larantuka bisa berkurang atau hilang sama sekali, sehingga semua merasakan keamanan dan kenyamanan ketika berada di Larantuka yang secara geografi dan topografi, memiliki kekayaan alam yang sangat luar biasa. Salam Persatuan!!!!

Melar Lagi

Sekarang
3 bulan kemudian
Dulu waktu lebaran tahun lalu berat badanku mencapai angka tertinggi yaitu 84kg, waowwww sebuah angka yang sangat fantastis sepanjang hidupku. Berkat tantangan dari seorang teman untuk menurunkan berat badan 5kg dalam waktu 2 bulan, akhirnya perlahan tapi pasti aku berhasil memenangkan sebuah taruhan yaitu turun sekitar 7kg dalam waktu 2 bulan. Tetapi ternyata usahaku untuk menurunkan berat badan tidak berhenti disitu saja. Dengan niat dan kesungguhan ternyata aku mampu menurunkan berat badanku nggak tanggung-tanggung waktu itu berat badanku turun hingga mencapai angka 68 tanpa sakit apapun. aku terlihat sangat kurus dan dampak nyata adalah semua baju dan celana menjadi kombor.

Selama menurunkan berat badan aku hanya menkonsumsi sayur satu piring satu hari dengan nasi 3 sendok makan 1 hari, tapi untuk minum air putih aku menadi seorang yang seperti berada di tengah gurun pasir. Porsi minumku meningkat sekitar 2 kali lipat. Tetapi dengan cara itu aku berhasil menurunkan berat badanku hingga 16kg. Selain dalam hal makan, aku juga mengatur pola tidurku, tidak ada begadang sama sekali waktu itu, aku memilih untuk tidak pernah begadang karena menurutku begadang dapat memacu nafsu makanku di malam hari. Hal lain yang kulakukan adalah dengan berolahraga kecil,  seperti lari-lari di dalam kamar dan lain-lain. berkat usahaku ini aku berhasil menurunkan berat badanku hingga 16kg dalam waktu kurang lebih 8 bulan.

Sekarang kebiasaan itu mulai pudar lagi, pelan tapi pasti berat badanku mulai naik lagi, satu kilo demi satu kilo kini berat badanku sudah mencapai diangka 71-72 kg. dan yang paling menonjol adalah bagian pipi dan perut. Hadew, jika hal ini dibiarkan begitu saja, bisa jadi 2-3 bulan berikut beratku sudah mencapai di angka 84kg kembali. sadar akan hal itu, aku perlahan-lahan mulai kembali mengurangi porsi makan normal menjadi porsi makan kurang agar berat badanku menjadi stabil dan turun kembali. Dan kali ini aku mematok di angka 65 kg dalam jangka waktu 4 bulan. Dengan ketekunan aku yakin aku pasti bisa melakuknnya!!!


Semangat Mas Broooooo!!!!! Semoga gambarnya gag kebalik :D .

Senin, 13 Agustus 2012

Aku + Kekonyolan

Karena sebuah pembicaraan tentang trend era 90-an, akhirnya jadi ingat kecilku dan bikin ketawa-ketawa sendiri kalau ingat. Mumpung masih ada kesempatan buat ceritain hal-hal konyol yang kualami di masa kecilku jadi kuputuskan untuk berbagi cerita di sini :

Waktu masih duduk di bangku taman kawak-kawak hingga Sekolah datar eh, Taman Kanak-kanak sampai sekolah dasar :

1. karena saking nakalnya, pada waktu jam istirahat biasanya kami maen panjat memanjat pohon beringin yang sangat besar, di depan sekolahku. pas lagi diatas pohon tiba-tiba ibu guru (Bu Yami) berteriak kalau waktu istirahat sudah selesai saking buru-burunya akhirnya aku nggak hati-hati waktu turun pohon, alhasil pas turun, satu kakiku kejepit di sela-sela pohon dan sebagian tubuhku ditambah satu kakiku sudah sampai tanah hingga akhirnya aku tidak bisa lepas dari pohon. akhirnya dengan sekuat tenaga aku menangis sekencang-kencangnya hingga Bu Guru pun tahu dan membantuku untuk melepaskan diriku dari jeratan maut sang pohon.

2.  waktu itu aku masih tingga serumah dengan eyangku, namanya juga anak kecil saking pengennya belajar memasak akhirnya aku nekat menyalakan salah satu kompor yang ada di dapur, nah setelah berhasil menyalakan tiba saatnya mematikan, karena saking bingung karena dah kutiup nggak mati-mati, akhirnya aku ngambil air satu gayung besar dan langsung kutuang ke dalam kompor, dan akhirnya bisa ditebak, pas sore hari Eyang mau masak tiba-tiba marah-marah karena kompornya penuh air.

3. waktu iseng bermain seterika, aku lihat ada satu besi colokan listrik karena liat ada lubang listrik, aku pun penasaran untuk memasukkan besi itu, dan hasilnya adalah kaget karena kesetrum, itu pun aku belum menyadari kalau aku terkena setrum karena ku pikir kakakku yang nendang aku dari belakang hingga aku memarahi kakakku.

4. karena Bapakku waktu itu bertugas di tanah kelahirannya hingga aku tidak mengenal bapakku sendiri, tiba-tiba dirumah Eyang kedatangan tamu yang wajahnya nampak garang, hitam dan dilengkapi dengan rasa asing membuatku merasa risih dan penasaran hingga kaku bertanya ke Eyang ku, "itu siapa to? kok tamunya gag pulang-pulang to" dan ternyata beliau adalah Bapakku.

5. Nah, akhirnya setelah Bapak balik bertugas lagi, muncul sebuah kerinduan, kebetulan pas malam-malam aku jalan-jalan aku liat orang yang pakai sarung persis sarung yang dipakai Bapak waktu dirumah, kira-kira dari jarak dua ratur meter aku teriak-teriak "Papahh, Papahhh" sambil lari kearah orang itu, eh pas dari deket ternyata tetanggaku yang bernama Om Gik, malu dah akhirnya. :D

6. waktu aku ketemu sama tetanggaku kyang kebetulan sudah termasuk golongan manula, kebetulan secara fisik Nenek itu agak pendek, karena merasa aku masih kecil tetapi tinggiku hampir sama, akupun mengikuti nenek itu sambil membandingka tinggiku dengan tinggi beliau dari belakang tanpa beliau mengetahui nah tiba-tiba entah apa yang ada dalam benakku waktu itu, hingga aku memutuskan untuk meloncat dari belakang menaiki punggunnya dari belakang untuk si Nenek kuat hingga tidak menyebabkan kami jatuh tersungkur.

7. waktu itu aku bersama teman-teman bermain gelantungan di pohon kelengkeng milik tetangga depan rumah eyang, pas giliranku ada satu temanku  yang biasa dipanggil Deddy Gendut, mengikat kakiku dari bawah, waktu itu aku minta supaya dia lepas tali itu, tetapi dia ngga menghiraukan sama sekali, akupun bertahan sekuat tenaga dengan harapan dia akan melepaskan tanganya dari tali itu, tapi apa daya posisi dia dibawah hanya menunggu tali dan aku diatas dengan berat bergelantungan menahan seluruh berat badanku akhirnya tenagakupun habis dan tanganku pun akhirnya terlepas juga, dan benar saja begitu tanganku terlapas, Deddy Gendutpun dengan sigap menarik tali yang terikat di kakiku, dan akhirnya aku terjatuh dengan posisi siku terlebih dahulu dan klak akhirnya tanganku patah dan harus kerumah sakit untuk di Gyp.

8. beberapa minggu setelah tanganku patah, aku disuruh Eyangku untuk membeli gula jawa di warungnya mbah Karno, setelah membeli gula itu akupun pulang, pada saat perjalanan aku memakan sedikit demi sedikit gula itu (dalam bahasa rusia Ngrikiti) hingga karena saking enaknya menikmati gula itu, akupun lupa memperhatikan jalan, dan akhirnya akupun  jatuh tersungkur karena tersandung sebuah batu yang besar. berkat kejadian ini, akhirnya kakiku menjadi kompak dengan tanganku dengan sebuah gyp yang membalut.

9. saking rajinnya aku dan karena aku ingin memberi sedikit kejutan kepada orang tua, akhirnya pada siang hari pada waktu Bapak ibu masih kekantor, aku pun berinisiatif untuk membersihkan rumah sekaligus dengan perabotannya, waktu itu aku lihat tivi di rumah sangat kotor dan berdebu, akhirnya dengan semangat 45 akupun mengangkat air satu ember dan mencuci tivi itu alhasil tivinya memang bersih tapi siarannya jadi kotor penuh sama semut semua (untung ngga konslet) akhirnya karena ketakutan kalau katahuan akupun menjemur tivi itu dengan harapan akan kembali seperti semula dan benar akhirnya tivi itu menjadi bersih lahir bathin.

10. waktu kelas 5 SD aku memutuskan untuk berani disunat. kebetulan waktu itu pas liburan, setelah hari masuk sekolah, kebetulan luka pasca sunat sudah sembuh nah aku ngga tahu kalau teman-temanku merencanakan sebuah rencana jahat padaku, mungkin juga karena didasari oleh rasa penasaran akhirnya mereka mengeroyokku ada sekitar 6 temanku waktu itu memegang tangan dan kakiku dan aku ditidurkan di depan kelas kemudian 2 orang temanku yang lain membuka celanaku hanya untuk melihat bentuk buyungku pasca sunat. padahal yang duduk di bangku depan teman-temanku cewek semua. hadewww...

11. waktu itu aku kenal dengan cucu dari tetanggaku yang akarab di panggil Bu PS karena suaminya adalah seorang PS (Pengawas Sekolah), beliau mempunyai kolam yang berisi ikan mujair yang sangat besar, entah ide itu muncul dari siapa akhirnya kami berdua mengumpulkan belimbing kemudian melempari ikan-ikan yang ada dalam kolam itu dengan belimbing yang kami kumpulkan, dan hasilnya adalah ikan satu kolam mati semua.

12. pada waktu berjalan-jalan (berpetualang) bagaikan si bolang, aku menemukan sebuah saluran air yang berisi ikan mas banyak sekali, sepulang dari dari berpetualang akhirnya aku menceritakan pengalamanku kepada teman-temanku kalau aku menemukan kolam yang bagus untuk memancing. hari berikutnya kamipun langsung merapat ke TKP untuk berburu ikan itu sesampai di TKP aku dengan percaya diri lansung memburu ikan di selokan tersebut, tapi ternyata ikan diselokan tersebut sengaja dipelihara orang untuk dijual. dan kamipun kena marah dari pemilik (untungnya tidak dimassa).

13. gara-gara nyidam banget pengen makan permen yang ada peluit ditutupnya, akhirnya aku ngambil duit Ibuku. Waktu itu aku ngambil 10 ribu nah setelah ngambil duit tanpa sepengetahuan ibu, akhirnya aku menuju toko milik Mbah Mentho nah habis beli aku nggak dikasih kembalian dan aku nurut aja karena emang belum ngerti sama sekali sama yang namanya duit, sore harinya aku disidang sama Ibu dan akhirnya aku pun mengaku karena emang ketangkap basah karena kembalian dariku beli permen siang itu dikembalikan langsung ke Ibu, dan akupun ditakut-takuti mau ditangkep sama pak polisi, dan dampaknya aku jadi phobia berat sama yang namanya polisi, sampai-sampai walau dari jarak 200 meter aku liat polisi, aku langsung lari sembunyi. hufftttt......

14. Aku memanggil Ibuku dengan sebutan Mbak Sus, hingga aku kelas 3 SD aku nggak dikasih uang saku kalau ngga manggil mamah dan akupun kalah dan harus membiasakan memanggil dengan sebutan Mamah.

15. waktu itu aku maenan ngemut uang 50 rupiah yang lumayan gedhe eh ngga sengaja tertelan nah pas pup tiba-tiba bunyi kluthik, akupun ngga membiarkan uang itu lenyap begitu saja, spontan aku memilih uang tersebut dari dalam kloset padahal isi kloset itu selain koin 50 rupiah masih ada barang lain yang juga dalam keadaan penuh.

17. waktu belajar kelompok dirumah waktu belajar habis cuma buat ngobatin yang namanya panu, sama Udin teman belajarku. (untung sekarang nggak pernah panuan lagi).

18. karena siang kebanyakan maen, akhirnya pas belajar aku ketiduran tiba-tiba plakkk tangan Bapak udah sampai di Kepala, aku pun kaget dan lari terus Bapak waktu itu ngambil bambu dan akupun dipukul dengan bambu itu akhirnya akupun pura-pura pingsan di halaman rumah, mungkin karena tahu aku cuma pura-pura Bapak pun kebelakang sambil ngomong biar tak ambil bendho (benda tajam yang biasa digunakan masyarakat jawa untuk memetik dan mengupas kelapa atau memotong kayu) sambil berkata biar mati sekalian juga nggak papa, aku tetap diam saja dan berpura-pura pingsan sambil melirik kearah rumah dengan waspada. Begitu Bapak keluar lagi ternyata benar Bapak sudah bawa bendho itu, begitu aku tahu Bapak sudah didepan pintu yang berjarak 10 meter dariku, dengan sigap aku langsung berdiri dan lari menuju rumah Eyang. untung nggak telat... wakakakakkkkkkaaaaa....

19. waktu diajak berenang sama Bapak (program rutin olahraga) di Umbul Jolotundo (kolam renang mata air di Jatinom) begitu datang dengan PeDenya aku langsung menuju kolam, nah kolam disitu dibagi jadi beberapa nomor sesuai kedalamannya dari nomor 1 paling dangkal hingga nomor 4 yang paling dalam, aku pun mengamati masing-masing kolam dan menjatuhkan pilihan pada kolam nomer 2. Tanpa basa-basi lagi aku langsung loncat ke kolam itu dan ternyata tinggiku masih kalah dalam sama kolam itu dan akhirnya akupun tenggelam naik turun hingga nafasku tersengal-sengal (Glagepan) Bapak yang melihat kejadian itu dengan sigap langsung loncat dengan baju lengkap dan dompet masih disaku... (demi buah hati tersayang) so sweettt.... untungnya nggak telat. telat wassalam dahhh...

20. pada siang hari aku maen sepeda waktu itu aku pinjem sepedanya mas iwan, nah waktu itu kami maen sampai di Prampean (sungai) didekat desaku. Disitu terdapat sendang nah karena iseng aku dan teman-teman bermain sepeda layaknya naik motor trail dengan tempat mendaratnya sendang itu nah pas giliranku mungki karena aku agak kenceng ngayuhnya akhinya sepeda pun jatuh dibagian tengah sendang yang agak dalam ditambah dengan lumpur yang agak dalam. Alhasil sepedapun hilang  di dalam sendang. tetapi berkat tekad dan kemauan disertai kerjasama  yang solid dengan 4 temanku yang lain (karena sama-sama takut nggak bisa ngembalin sepeda) akhirnya kami menyelam untuk mencari sepeda itu. akhirnya setelah kira-kira 2 jam pencarian kamipun menemukan sepeda itu dan kapok ngga maenan sepeda di Sendang lagi.

21. waktu mau menjelang lebaran seperti biasa mercon adalah sebuah tradisi bagi kami, nah waktu itu aku kebetulan aku sudah membeli beberapa mercon leo (mercon ukuran tanggung) dari atas sungai kami bermain mercon. beberapa mercon sudah kami nyalakan hingga jatuh di satu mercon yang nggak nyala, lalu akupun turun kesungai untuk mengambil mercon itu, dengan hati-hati aku mendekat takut jangan sampai meledak. merasa aman akhirnya aku mengambil mercon itu dan mendapati ternyata mercon itu sumbunya lepas, nah tiba-tiba saja aku memasukkan sebuah baygon yang masih menyala kedalam mercon itu dan hasilnya mercon itu meledak digenggaman tanganku tepat didepan muka. syokkk habisss tapi untungya badanku masih utuh. Tuhan Sayang Anak Kecil Imut2 kali ya... :D

22. sendalku mulai dari SD-SMP adalah sendal Lily tiada sendal merk lain yang dibelikan oleh Bapak hadewwww....

23. aku pernah menghadap kepala (ujung) banjir untuk pembuktian keberanian, dengan pelindung tali yang diikatkan di perut dan ternyata baru kuketahui yang namanya banjir itu nggak cuma air aja tapi campur kayu-kayu dan sampah lainnya alhasil saking derasnya arus, tali yang diikat diperutku pun semakin mengencang ditambah benturan kayu dan sampah-sampah lain. dan makna yang kudapat dari peristiwa ini adalah Panu dan Perut sakit kelilit tali.

hal konyol lainnya ntar ya sambil nginget-inget dulu :D

Sebuah Asa Cinta



Aku pernah menuliskan sebuah tulisan yang berjudul "antara rasa dan logika" yang intinya adalah jangan sampai sebuah rasa membunuh logika dan begitu pula logikamu membunuh rasa yang kita miliki. Benar memang menurutku karena memang keduanya harus seimbang karena menurutku kita tidak bisa hidup dengan hanya mengandalkan rasa kita saja, atau logika kita saja.

Benar ternyata bagiku, ini kurasakan dalam masalah percintaan. Sebenarnya aku termasuk seorang pria yang mudah tertarik kepada lawan jenis, secara logika sebenarnya aku juga kuat karena aku mudah tertarik dengan lawan jenisku tetapi kenapa secara perasaan kadang aku merasa sangat susah untuk mencintai seseorang. Dalam kehidupan sehari-hari tentu wajar seorang pria merasa terpikat kepada seorang wanita pada pandangan pertamanya, dan hal pertama yang dilihat adalah secara fisik tetapi aku seringkali memilih mundur ketika perasaan ini merasa kurang nyaman. Hal ini karena aku merasa dalam sebuah hubungan aku tidak hanya memandang secara fisik semata, tetapi juga kenyamanan dalam hubungan sehari-hari, mungkin juga ini yang menjadikan sebuah hambatan bagiku karena terlalu banyak pertimbangan-pertimbangan dalam diriku dalam hal mencari seorang pasangan hidup. Tetapi lagi-lagi logikaku memaksaku untuk segera menentukan sebuah pilihan untuk masa depanku, karena sebuah alasan umur yang terus bertambah seiring dengan berjalannya waktu.

Sungguh sebuah dilema yang menurutku sangat berat bagiku, tetapi aku yakin dengan adanya keseimbangan ini, kelak aku akan mendapatkan yang terbaik untukku. Bukan sebuah kesempurnaan yang aku inginkan karena aku juga menyadari bahwa aku bukan seorang yang sempurna tetapi aku mengharapkan seorang yang bisa melengkapi ketidaksempurnaanku, dan suatu saat aku pasti akan mendapatkan tepat pada waktunya. Aku hanya memerlukan sebuah kesabaran dengan tetap menggunakan rasa dan logikaku agar kelak aku ataupun pasanganku, tidak menyesal atas pilihan masing-masing, sehingga dalam menjalani sebuah hubungan rumah tangga tercipta sebuah keselarasan dan keharmonisan.

Sabtu, 21 Juli 2012

Botak Terus Terang

Beberapa hari ini aku mendapatkan kesialan yang lumayan beruntun, mulai dari handphone yang layarnya mati sampe kunci kamar sekaligus kunci motor jatuh di laut waktu mancing ditambah lagi mancingnya ngga dapat ikan plus tali senarku putus, lengkap sudah penderitaan. Setelah beberapa kejadian akupun memutuskan melakukan ritual yang biasa orang lakukan ketika seseorang lepas dari suatu beban atau ketika seseorang mencapai satu tujuan tertentu. tentunya yang kulakukan ini juga mempunyai makna tersendiri bagiku. Ritual itu adalah mencukur rambut hingga bersih dan dilanjutkan dengan membasuh seluruh badan di Laut.

aku melakukan ritual ini dengan harapan peruntunganku akan berganti, tetapi lebih dari itu, aku ingin merasakan seperti terlahir kembali menjadi pribadi yang baru, lepas dari segala masa lalu untuk memulai kehidupan yang baru, kehidupan yang menurutku lebih baik, dan aku berharap ritual ini menjadi sebuah titik awal. 

Aku sadar memang tidak semudah membalikkan telapak tangan, perlu niat yang tangguh dan sebuah dan kesungguhan serta ketekunan untuk mencapainya, karena tanpa itu semua aku yakin ritual yang kubuat itu akan sia-sia dan berlalu begitu saja. selain itu juga perlu adanya sebuah tindakan yang nyata dan konkrit sebagai langkah awal untuk melaksanakan janji ini. aku berharap, walaupun aku tidak bisa menjadi apa-apa di dunia ini, paling tidak aku mampu memberikan warna dalam dunia ini. semoga apa yang aku janjikan untuk diriku sendiri ini tidak berakhir dalam sebuah janji saja, tetappi ada sebuah tindakan dan wujud yang nyata dan konkrit. Amin.

Rabu, 04 Juli 2012

Bangkit Dari Kubur


Satu malam ketika aku menyiram tanaman (mumpung air PDAM lagi ngalir), aku melihat sebuah pohon pepaya yang baru muncul daunnya yang berada dipucuk, dan warnanya sangat hijau, menandakan pohon itu sangat sehat. sebenarnya banyak juga pohon yang aku tanam dan kemudian tumbuh berkembang, tetapi pohon ini menjadi sangat spesial bagiku karena sebuah cerita, hingga daun pada pohon itu tumbuh.

Pada satu sore aku, pada waktu itu aku sedang rajin-rajinnya menjalani sebuah hobi baru, yaitu berkebun. aku menanam aneka tumbuh-tumbuhan di sebuah lahan kosong di samping kamar kosku. Setelah menanam berbagai macam pohon-pohon, aku melihat sebuah pohon pepaya yang tumbuh tepat dibawah antena parabolaku yang aku pasang tepat disamping kamarku. Aku melihat pohon itu mengalami kesulitan untuk tumbuh lagi karena terhalang oleh parabola yang berada tepat disampingnya, selain itu juga keberadaan pohon itu juga mengganggu signal yang diterima parabolaku. Melihat hal itu akupun memutuskan untuk memindah pohon itu ketempat lain yang tidak mengganggu keberadaan parabolaku sekaligus tidak mengganggu pertumbuhan pohon itu. dengan menggunakan linggis dan parang dan dibantu oleh Arief teman kosku, akupun mulai menggali sekitaran pohon untuk mengangkat pohon itu dan memindahkannya.

Setelah aku pindahkan, setiap sore akupun menyirami pohon itu agar dia bisa bertahan hidup di tempatnya yang baru. Tetapi hari berganti hari, ternyata pohon itu kemudian menjadi layu seluruh daun-daun yang sangat hijau pun perlahan mulai mengering hingga akhirnya gugur ditanah. Melihat hal itu aku sangat menyesal karena telah memindahkan Pohon itu, karena aku berfikir pasti pohon ini akan mati dan tidak bisa bertahan ditempat barunya. tetapi aku tidak patah semangat, setiap hari aku menyiram pohon itu dan selalu membersihkan gulma yang mengganggu ditempat barunya. Setelah hampir satu bulan akhirnya pohon itu mulai menampakkan sebuah kehidupan baru, aku melihat ada sedikit daun yang mulai tumbuh di pucuknya, melihat itu aku sangat  yakin bahwa pohon itu pasti akan mampu untuk terlahir kembali dan hidup normal seperti saat ia hidup dilingkungan lamanya. Benar saja, beberapa hari setelah daun itu tumbuh, ranting-ranting daun kecil mulai mengikuti tumbuh di batang pohon itu, dan daun-daun di pucuk yang dulu hanya kecil, sekarang terlihat mulai rindang kembali dan sangat hijau. Akupun sangat senang, bahagia dan terharu melihat peristiwa itu.

Sebuah pelajaran yang harus menurutku sangat penting dari peristiwa itu, bahwa sebagai manusia kita juga harus meniru sebuah semangat hidup dari pohon itu. Walaupun dia sangat terpuruk hingga mungkin kita melihat bahwa dia akan mati, tetapi ternyata dia mampu membuktikan bahwa dia mampu untuk bangkit terlahir kembali hingga ia menjadi hidup normal kembali seperti sedia kala, atau bahkan kelak dia akan berbuah dan memberikan manfaat bagi kita semua. Dari sini aku melihat bahwa dengan sebuah semangat, kemauan, dan ketekunan, aku yakin walaupun dalam keadaan terpuruk, kita bisa mampu  terlahir kembali dan bangkit untuk memulai hidup baru yang lebih baik.  

-Yang terpenting adalah bagaimana kita bisa bangkit disaat kita terjatuh-

 

Senin, 02 Juli 2012

Kamu Tidak Lagi Dua Melainkan Satu

Hari kamis tanggal 29 Juni 2011 menjadi hari yang sangat bersajarah untuk teman kerjaku yang bernama Bernadete Bare Herin, menjadi sebuah hari yang membahagiakan karena hari itu adalah hari dimana dia mengucapkan sebuah janji suci untuk melebur dengan seorang pria yang menjadi pilihan untuk mendampinginya disisa hidupnya, dengan disaksikan ribuan manusia. Waktu itu aku juga mendapatkan undangan untuk dapat hadir menyaksikan dan turut serta mengambil bagian dalam kebahagiaan itu.

Pada waktu acara berlangsung aku melihat suasana yang sangat sakral menyelimuti suasana malam itu, aku terkagum selama mengikuti cara resepsi ini. Tetapi didalam bathin ini sungguh sangat bergolak, mengikuti dan menyelami acara tersebut, kemudian aku merenungkannya dengan perilakuku selama ini, aku sendiri mengatakan bahwa aku belum atau bahkan tidak merasa pantas untuk itu. menengok masa laluku membuatku berfikir seperti itu.

Sebuah kenakalan masa lalu, dimana aku merasa belum bisa menghargai perempuan,  adalah alasan mengapa aku belum pantas untuk itu. Sebuah penyesalan yang sangat dalam seketika itu juga menyeruak menyelimuti seluruh jiwa dan raga ini. aku merasa sangat berdosa dan bersalah, hingga aku berfikiran mungkin Tuhan belum memberiku jalan karena Ia ingin memberikan aku sebuah teguran hingga aku sadar akan artinya Seorang Perempuan, sehingga kelak jika aku disatukan dengan seorang wanita, aku akan benar-benar mampu untuk menghargai, menjaga dan mempertahankan bukan hanya untuk sesaat tetapi untu sebuah kehidupan yang kekal. Dan yang paling terpenting adalah saat itu aku dapat benar-benar mengamalkan arti sebuah kata  kamu tidak lagi dua melainkan satu, karena dalam sebuah keluarga, bukan hanya berfikir dan bertindak hanya tentang kamu atau aku tetapi kita atau kami.

Akhirnya saya mengucapkan Proviciat untuk Kak Bie dan Bernadette, semoga dalam menlangkah kedepan, kalian tidak lagi melangkah sendirian tetapi selalu bersama hingga maut memisahkan. Terima kasih karena telah memberikanku sebuah pencerahan untukku dalam memandang sebuah, Janji Sakral untuk sekali seumur hidup.  

-Maafkan atas dosa-dosaku selama ini dan aku berjanji untuk lebih menghargai seorang perempuan-


   

Jumat, 22 Juni 2012

Manusiawi vs Hewani

Beberapa kali aku melihat video yang mempertontonkan kehebatan beberapa orang yang merasa bahwa dirinya paling suci dan paling benar, sedang menganiaya orang yang dianggapnya telah melakukan kesalahan yang sangat fatal dan tidak termaafkan, hingga mereka menganggap bahwa orang itu pantas mendapat perlakuan itu.

Waktu menyaksikan video-video ini sejenak aku teringat beberapa ajaran yang diajarkan dalam  Umat Katholik yang menyebutkan "Yohanes : 8:4 Mereka menempatkan perempuan itu di tengah-tengah lalu berkata kepada Yesus: "Rabi, perempuan ini tertangkap basah ketika ia sedang berbuat zinah. 8:5 Musa dalam hukum Taurat memerintahkan kita untuk melempari perempuan-perempuan yang demikian. Apakah pendapat-Mu tentang hal itu?"  8:6 Mereka mengatakan hal itu untuk mencobai Dia, supaya mereka memperoleh sesuatu untuk menyalahkan-Nya. Tetapi Yesus membungkuk lalu menulis dengan jari-Nya di  anah. 8:7 Dan ketika mereka terus-menerus bertanya kepada-Nya, Iapun bangkit berdiri lalu berkata kepada mereka: "Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu." 8:8 Lalu Ia membungkuk pula dan menulis di tanah. 8:9 Tetapi setelah mereka mendengar perkataan itu, pergilah mereka seorang demi seorang, mulai dari yang tertua. Akhirnya tinggallah Yesus seorang diri dengan perempuan itu yang tetap di tempatnya. 8:10 Lalu Yesus bangkit berdiri dan berkata kepadanya: "Hai perempuan, di manakah mereka? Tidak adakah seorang yang menghukum engkau?" 8:11 Jawabnya: "Tidak ada, Tuhan." Lalu kata Yesus: "Akupun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang."  sesaat membaca ini akupun tertunduk lemas. Aku merasa sangat bersalah dan menyesal, ketika teringat bahwa aku ternyata juga pernah ikut melakukan perbuatan itu. Waktu itu ada seorang pencuri yang tertangkap tangan mencuri sebuah dompet dan Handphone di sebuah kos disamping kosku, karena merasa jengkel akhirnya secara reflek akupun ikut memukul orang itu. Sesaat aku memukul orang itu aku seperti merasa memperoleh sebuah kepuasan sekaligus kebanggaan yang sangat luar biasa. Aku merasa seperti seorang pahlawan yang menang dalam sebuah pertempuran.

Beberapa hari setelah kejadian itu aku mulai berfikir bahwa mungkin mereka melakukan perbuatan mencuri itu karena memang terbentur dengan keadaan yang sangat mendesak untuk mereka dan keluarga mereka, agar dapat bertahan hidup. Saat itu kita mungkin berfikiran mereka malas bekerja, hingga mereka melakukan itu. Tetapi pada saat setelah beberapa lama berselang, muncul dalam pikiranku mungkin saja mereka memang tidak mempunyai kesempatan untuk bertahan hidup dengan cara yang wajar dan baik menurut manusia pada umumnya, dan itulah yang membuatku sangat menyesal hingga aku berjanji tidak akan mengulang perbuatanku kembali. Apalagi ketika mereka tertangkap, mereka juga akan mendapat hukuman  setimpal sesuai dengan kesepakatan yang dibuat sendiri oleh manusia yaitu hukum.

Kejadian-kejadian itu memberikanku sebuah pelajaran hingga aku memberanikan diri untuk menuliskan cerita ini. Dalam kejadian lain, banyak perbuatan kita yang merasa paling benar, kemudian memperlakukan orang lain yang mereka anggap bersalah dengan cara yang menurutku sangat keji bahkan melebihi binatang. Kita bisa melakukan penganiayaan bukan hanya untuk tujuan membunuh saja tetapi berusaha agar orang itu mati dengan cara yang sangat menyengsarakan lawannya terlebih dahulu sambil mengolok-olok seolah kita yang paling benar. Akupun membandingkan perilaku binatang pada saat membunuh mangsanya, seekor binatang pada saat membunuh lawannya, hanya berusaha untuk membunuh secara langsung tanpa ada keinginan untuk menganiaya mangsanya apalagi menghina dan mereka melakukan itu hanya sesuai dengan kebutuhan dia  bukan atas dasar dendam atau jengkel tetapi karena kebutuhan untuk makan dan melanjutkan hidup, bahkan ketika mereka kenyang mereka tidak akan mengganggu atau mengada-ada mencari-cari alasan untuk mengusik mangsanya. Berbeda dengan manusia, yang menurut saya, setelah melihat kejadian-kejadian itu, aku menilai (setidaknya menurutku) manusia mempunyai watak perilaku dan perilaku yang melebihi binatang, hingga aku harus berhati-hati ketika menyamakan manusia yang bertindak sangat keji, dengan seekor binatang, karena kekejian kita melebihi binatang.

-Kita sama-sama ingin mempertahankan hidup, jadi bertindak seperlunya aja Coy- 



Senin, 11 Juni 2012

Rasanya Digantung

Dalam sebuah kisah percintaan banyak sekali rasa-rasa yang akan kita temui, ibarat permen mungkin permen nano-nano ada manisnya, ada pedesnya, ada asemnya dan juga ada asinnya. Buat orang yang sedang mengalami rasanya jatuh cinta, biasanya rasa-rasa seperti itu seringkali hinggap dalam perasaan kita, begitu juga yang aku rasakan. Saat aku mengalami sebuah perasaan yang namanya jatuh cinta, hati sama diri ini rasanya jadi tidak karuan, setiap saat selalu terbayang-bayang muka, perlakuan, tindakan dan lain-lainnya. Bahkan rasa ini bisa membuat dampak positif ataupun negatif dalam kelakuannya sehari-hari. 

Contohnya nyata tentang kisah ini adalah aku, saat aku mengalami rasa yang namanya jatuh cinta, dadaku terasa dag dig dug seperti menghitung detikkan bom yang hampir meleduk kayak kompor. Nah dari sekian lika-liku kisah percintaan itu, aku mencoba mengungkapkan sebuah cerita tentang yang namanya digantung dalam sebuah hubungan. Kalau rasa itu dinyanyikan mungkin yang paling cocok adalah lagunya Slank yang judulnya "Terserah", disatu sisi kita sudah merasa diterima, tapi disisi lain kita masih memliliki status yang sama dengan orang lain. muncul sebuah ketidaksabaran karena merasa dipermainkan, tapi masih terikat sama perasaan yang memang sudah terlanjur suka, kalau sudah begini ibarat buah simalakama, mau diambil salah tidak diambil pun salah, seperti menginjak pasir hidup kalau terlalu aktif bergerak semakin tersedot kedalam, kalau kurang bergerak juga nggak bisa keluar-keluar, tapi apa harus diam saja dan  menunggu sampai ada pertolongan atau sampai kita mati karena kecapekan. Memang berat rasanya kalau sudah digantung seperti ini. kadang aku merasakan cemburu ataupun kecurigaan yang sangat luar biasa tetapi aku merasa tidak bisa berbuat apa-apa karena memang secara status belum ada ikatan sama sekali. 

Banyak alasan sebagai penyebab mengapa orang suka menggantungkan sebuah hubungan, menurutku orang menggantungkan sebuah hubungan karena pertama, sebenarnya sudah merasa jatuh cinta, tetapi masih memiliki keraguan terhadap orang  itu. Kedua sudah menerima orang untuk mengisi ruang hatinya tetapi masih mengharapkan masa lalu atau mendapatkan hal yang lebih dari saat ini, dan atau alasan-alasan lainnya. tapi yang pasti menurutku sebenarnya menggantungkan sebuah hubungan itu tidak baik karena menurutku sama saja dengan mempermainkan sebuah perasaan. menurutku ketegasan jauh lebih baik daripada menggantungkan sebuah perasaan. Jika memang suka ya katakan suka jika tidak suka ya katakan tidak. Jika aku mengalami digantung sebuah rasa maka aku mempunyai prinsip bahwa aku harus mempunyai batasan waktu. saat aku nyatakan cukup untuk waktu itu maka aku akan siap dengan sebuah resiko yang akan aku terima apapun itu.

Selasa, 05 Juni 2012

Salamku Untuk Semua


Bertegur sapa dan Salam mungkin merupakan hal yang sepele tetapi bagi sebagian orang, untuk melakukan tegur sapa dan salam adalah sebuah tindakan atau kebiasaan yang sangat berat, kadang beberapa orang berfikiran bahwa tegur sapa salam harus dilakukan sesuai dengan umur, status sosial atau mungkin harus menunggu orang memberikan salam terlebih dahulu baru kita membalas salam tersebut. Tetapi tidak bagiku, sejak kecil aku terbiasa untuk menegur dan memberikan salam kepada setiap orang yang aku jumpai di manapun aku berada, hanya dengan pegangan sebuah prinsip bahwa kita adalah sama-sama manusia.

Aku selalu berusaha untuk memberikan salam kepada, karena aku merasa begitu hangatnya sebuah sapaan, dengan sebuah sapaan aku dapat merasa mempunyai sahabat atau keluarga di manapu aku berada. Selain itu dengan setiap salam yang kuberikan aku merasakan mendapatkan sebuah keuntungan yang aku dapatkan secara langsung ataupun tidak langsung seperti  membuat setiap orang merasa aku hargai dan hormati, sehingga secara tidak langsung, menurut pendapatku aku sudah melaksanakan salah satu anjuran yang sangat mulia yaitu "memanusiakan manusia", kadang aku mendapat sebuah sapaan kembali sehingga aku juga merasa dimanusiakan, aku merasa menjadi lebih mudah dalam bergaul dan bermasyarakat, aku merasa lebih akrab kepada setiap orang, sehingga aku yakin bahwa dengan hal kecil yang aku tanamkan ini, aku akan mendapat kemudahan-kemudahan yang lain karena dengan begitu aku yakin pasti semua orang tidak merasa berat hati untuk menolongku sepanjang mereka dapat melakukannya.

Hingga saat ini aku tetap berusaha untuk memberikan salam sapa kepada setiap orang baik secara langsung pada saat bertemu dengan berbagai ucapan salam seperti :

- Selamat pagi ;
- Selamat malam/ malam bae ;
- Halo Mas Bro, Dek Bro, Om Bro, Pak Bro dan Bro-bro lainnya ;
- Selamat ;

dan ucapan salam secara tidak langsung melalui alat bantu tehknologi media baik melalui sms maupun jejaring sosial, dengan ucapan salam seperti :

- Selamat Pagi Saudaraku semua, selamat berlibur ;
- Selamat Pagi Saudaraku semua, mari mengawali hari ini dengan doa, pikiran positif dan semangat baru..     
  Selamat beraktivitas di akhir pekan.. chiayooo ;
- Selamat Pagi Saudaraku  semua, ayo bangun pagi, sambut sang mentari pagi, aku berikan salam 
   terindahku untukmu Saudaraku.... Semangat semangat.. ;
- Selamat pagi, Saudaraku, selamat menjalankan aktivitas kembali.. semangat... ;
- Selamat hari jadi, semoga sehat, bahagia dan sukses selalu  ;

dan berbagai salam-salam lainnya.

Dengan kebiasaan ini, aku mendapatkan senyum dan sapaan ramah dari setiap orang yang aku temui... mari warnai keindahaan dunia ini dengan Salam terindah kepada setiap orang.

- Salam Hormat dari saya untukku semua-
 



 


Kamis, 31 Mei 2012

UANG = TUHAN

UANG sebuah benda yang terbuat dari kertas ataupun logam yang berfungsi sebagai sebuah alat tukar terhadap barang. Uang memegang peranan penting dalam berbagai sektor kehidupan. Dalam fungsinya, uang dapat memberikan kemudahan kepada kita semua untuk melakukan transaksi secara praktis sesuai dengan nilai tukar. Keberadaan uang saat ini bagiku menjadi pisau dengan dua mata. keberadaannya bisa membantu manusia namun juga bisa merugikan manusia itu sendiri.

Dewasa ini, aku melihat fenomena yang sangat luar biasa, di mana UANG sekarang mempunyai peran tambahan sebagai TUHAN. berikut ini beberapa contoh peran UANG sebagai TUHAN  menurutku  :

1. Uang dapat membuat orang menurut untuk berbuat jahat atau baik.

2. Uang dapat memberikan perbedaan derajat dan martabat dalam setiap individu manusia
 

3. Uang dapat menentukan apakah orang layak untuk hidup atau tidak?  

4. Uang dapat menentukan kapan seseorang harus mati.

5. Uang menjadi barang yang sangat dipuja-puja olaeh orang hingga orang berlomba berebut untuk   mendapatkan uang.

 hal-hal yang saya sebutkan seperti di atas itulah yang menurut saya membuat posisi UANG saat ini dapat menggantikan peran TUHAN.

-Jika suatu saat pohon-pohon itu habis, mungkin itulah saat yang tepat untuk manusia memakan uang-


Penjilat

Dunia ini dihiasi dengan berbagai sifat yang ada dalam diri setiap manusia. Beberapa sifat manusia itu ada yang posiif dan ada yang negatif. Kali ini aku mencoba mengupas tentang salah satu sifat manusia yang menurutku berbahaya dan cenderung merugikan orang lain yang dekat dengannya.

Dalam dunia kerja kita dihadapkan pada sebuah jenjang organisasi, mulai dari pekerja biasa hingga pucuk pimpinan. Posisi pimpinan dalam berbagai kantor biasanya memegang peran untuk peningkatan jenjang karir yang berdampak pada kesejahteraan para bawahannya, sehingga seringkali untuk beberapa pegawai yang tidak mempunyai kemampuan atau tidak berkompeten dalam bidangnya dan tidak mau belajar, seringkali mencoba melakukan berbagai upaya untuk peningkatan jenjang karir maupun pekerjaan, salah satunya dengan cara "menjilat" seorang atasan. Menurut beberapa orang mungkin cara-cara itu sah-sah saja, tapi menurutku cara itu adalah cara yang sangat hina dan tidak beradab.

Dan orang-orang seperti itulah yang menurutku termasuk dalam kategori orang yang mempunyai sifat atau watak penjilat.  Orang-orang seperti ini kebanyakan tipikal orang yang mau datang dan berbaik kepada orang lain jika mempunyai kepentingan yang menguntungkannya saja, tetapi ketika dia sudah mendapatkan apa yang dia inginkan kemudian dengan mudah melupakan kita begitu saja atau bahkan akan membunuh kita dari belakang. Dalam pergaulan, orang-orang seperti ini hanya, biasanya hanya bergaul dengan orang-orang yang hanya menguntungkan kepentingan pribadinya saja. 

Keberadaan orang-orang seperti ini tentu sangat membahayakan dalam berbagai sisi kehidupan, sehingga menurutku aku tidak perlu dan tidak mau bergaul dengan orang-orang dengan watak penjilat, karena suatu saat (cepat atau lambat) pasti dibalik kebaikkannya padaku, sebilah pisau siap menusukku dari belakang.   

Minggu, 27 Mei 2012

Berani Untuk Berkata dan Bertindak

gbr. Taiko dewi genderang perang 
Pada suatu hari, aku menghadap kepada atasanku untuk ijin tidak masuk ke kantor selama beberapa hari, dengan alasan kedukaan, sehingga aku harus pulang ke tanah leluhurku, di Kefamenanu Nusa Tenggara Timor. Selesai mengikuti upacara pemakaman Nenekku, akupun kembali ke kantor untuk bekerja seperti biasa lagi. Pada waktu aku melihat daftar kehadiran yang biasa kami isi setiap hari, aku melihat kolom absenku terisi coretan, dengan tulisan izin di kolom keterangan. Memang benar, selama beberapa hari aku memang tidak masuk kantor, sehingga aku merasa wajar jika dalam daftar hadir itu namaku dicoret, dan selama ini aku tidak pernah mempermasalahkan permasalahan itu.

Saat aku masuk, aku melihat beberapa orang di kantorku yang ternyata juga tidak masuk ke kantor, tapi yang menjadi kejanggalan untukku, adalah walaupun mereka tidak masuk ke kantor, tetapi aku melihat tanda paraf mereka selalu ada. Bahkan tidak ada satu orangpun yang mau mencoret namanya walaupun sudah jelas bahwa beberapa orang itu tidak masuk ke kantor. 

Kejadian dan pembedaan perlakuan yang aku alami ini tentu membuatku merasa emosi, karena aku merasa mendapat sebuah perlakuan yang tidak adil (diskriminasi). Aku merasa ada seseorang yang saat ini sedang sangat bersemangat untuk menjatuhkan aku. Pelan-pelan aku mencari siapakah  orang yang begitu bersemangat untuk menjatuhkanku, hingga dari beberapa obrolan-obrolan dengan beberapa temanku, aku akhirnya dapat  mengetahui siapa sebenarnya musuhku. 

Atas permasalahan ini aku langsung membuat sebuah komplain kepada kepala sub bagian yang menangani permasalahan ini. Tetapi di luar itu, aku menyimpan sebuah dendam dengan orang yang saat ini karena masih mempunyai tempat berlindung yang sangat aman, hingga membuatnya merasa sombong seolah dia yang paling berkuasa dan paling tahu tentang segala hal. Tapi aku memperingatkanmu saat ini!!! Dunia selalu berputar, ada saatnya benteng yang kau jadikan tempat berlindung itu jatuh, dan saat itu juga kita akan tahu seberapa besar kemampuanmu yang sebenarnya. Saat itulah itulah,  mari kita sebagai laki-laki bertarung habis-habisan!!! dan jangan pernah menyesal, jika kelak kita bertemu lagi dengan keadaan aku sebagai pemimpin, dan kau sebagai bawahanku!!!




Entri Populer