Jumat, 22 Juni 2012

Manusiawi vs Hewani

Beberapa kali aku melihat video yang mempertontonkan kehebatan beberapa orang yang merasa bahwa dirinya paling suci dan paling benar, sedang menganiaya orang yang dianggapnya telah melakukan kesalahan yang sangat fatal dan tidak termaafkan, hingga mereka menganggap bahwa orang itu pantas mendapat perlakuan itu.

Waktu menyaksikan video-video ini sejenak aku teringat beberapa ajaran yang diajarkan dalam  Umat Katholik yang menyebutkan "Yohanes : 8:4 Mereka menempatkan perempuan itu di tengah-tengah lalu berkata kepada Yesus: "Rabi, perempuan ini tertangkap basah ketika ia sedang berbuat zinah. 8:5 Musa dalam hukum Taurat memerintahkan kita untuk melempari perempuan-perempuan yang demikian. Apakah pendapat-Mu tentang hal itu?"  8:6 Mereka mengatakan hal itu untuk mencobai Dia, supaya mereka memperoleh sesuatu untuk menyalahkan-Nya. Tetapi Yesus membungkuk lalu menulis dengan jari-Nya di  anah. 8:7 Dan ketika mereka terus-menerus bertanya kepada-Nya, Iapun bangkit berdiri lalu berkata kepada mereka: "Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu." 8:8 Lalu Ia membungkuk pula dan menulis di tanah. 8:9 Tetapi setelah mereka mendengar perkataan itu, pergilah mereka seorang demi seorang, mulai dari yang tertua. Akhirnya tinggallah Yesus seorang diri dengan perempuan itu yang tetap di tempatnya. 8:10 Lalu Yesus bangkit berdiri dan berkata kepadanya: "Hai perempuan, di manakah mereka? Tidak adakah seorang yang menghukum engkau?" 8:11 Jawabnya: "Tidak ada, Tuhan." Lalu kata Yesus: "Akupun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang."  sesaat membaca ini akupun tertunduk lemas. Aku merasa sangat bersalah dan menyesal, ketika teringat bahwa aku ternyata juga pernah ikut melakukan perbuatan itu. Waktu itu ada seorang pencuri yang tertangkap tangan mencuri sebuah dompet dan Handphone di sebuah kos disamping kosku, karena merasa jengkel akhirnya secara reflek akupun ikut memukul orang itu. Sesaat aku memukul orang itu aku seperti merasa memperoleh sebuah kepuasan sekaligus kebanggaan yang sangat luar biasa. Aku merasa seperti seorang pahlawan yang menang dalam sebuah pertempuran.

Beberapa hari setelah kejadian itu aku mulai berfikir bahwa mungkin mereka melakukan perbuatan mencuri itu karena memang terbentur dengan keadaan yang sangat mendesak untuk mereka dan keluarga mereka, agar dapat bertahan hidup. Saat itu kita mungkin berfikiran mereka malas bekerja, hingga mereka melakukan itu. Tetapi pada saat setelah beberapa lama berselang, muncul dalam pikiranku mungkin saja mereka memang tidak mempunyai kesempatan untuk bertahan hidup dengan cara yang wajar dan baik menurut manusia pada umumnya, dan itulah yang membuatku sangat menyesal hingga aku berjanji tidak akan mengulang perbuatanku kembali. Apalagi ketika mereka tertangkap, mereka juga akan mendapat hukuman  setimpal sesuai dengan kesepakatan yang dibuat sendiri oleh manusia yaitu hukum.

Kejadian-kejadian itu memberikanku sebuah pelajaran hingga aku memberanikan diri untuk menuliskan cerita ini. Dalam kejadian lain, banyak perbuatan kita yang merasa paling benar, kemudian memperlakukan orang lain yang mereka anggap bersalah dengan cara yang menurutku sangat keji bahkan melebihi binatang. Kita bisa melakukan penganiayaan bukan hanya untuk tujuan membunuh saja tetapi berusaha agar orang itu mati dengan cara yang sangat menyengsarakan lawannya terlebih dahulu sambil mengolok-olok seolah kita yang paling benar. Akupun membandingkan perilaku binatang pada saat membunuh mangsanya, seekor binatang pada saat membunuh lawannya, hanya berusaha untuk membunuh secara langsung tanpa ada keinginan untuk menganiaya mangsanya apalagi menghina dan mereka melakukan itu hanya sesuai dengan kebutuhan dia  bukan atas dasar dendam atau jengkel tetapi karena kebutuhan untuk makan dan melanjutkan hidup, bahkan ketika mereka kenyang mereka tidak akan mengganggu atau mengada-ada mencari-cari alasan untuk mengusik mangsanya. Berbeda dengan manusia, yang menurut saya, setelah melihat kejadian-kejadian itu, aku menilai (setidaknya menurutku) manusia mempunyai watak perilaku dan perilaku yang melebihi binatang, hingga aku harus berhati-hati ketika menyamakan manusia yang bertindak sangat keji, dengan seekor binatang, karena kekejian kita melebihi binatang.

-Kita sama-sama ingin mempertahankan hidup, jadi bertindak seperlunya aja Coy- 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Entri Populer