Kami punya begitu banyak harta yang sangat melimpah, jika kami mau mengolahnya sendiri dengan baik. Dengan harta itu, aku yakin kami bisa menghidupi, bahkan memberikan kesejahteraan yang lebih bagi semua. Namun realitas yang terjadi adalah kebanyakan dari kami terjebak dalam kemiskinan, bahkan kesengsaraan hidup. Kebanyakan dari kami, bertahan dengan hidup sebisanya, tapi banyak juga yang menyerah putus asa dan memilih untuk mengakhiri kesengsaraan yang mereka dapat.
Kebanyakan dari kami sebenarnya tahu mengapa kami terjebak dalam kemiskinan, di balik kekayaan yang ada. Mereka yang diberi kepercayaan untuk mengelola harta kami, seakan tuli dan buta melihat semua ini. Bahkan aku sampai berfikir kebanyakan dari kami sudah benar-benar mati rasa melihat keadaan ini. Aku heran kenapa mereka tidak pernah memberikan kami kepercayaan kepada kami untuk mengelola kekayaan yang ada. Padahal jika kami diberi kepercayaan, aku yakin banyak orang-orang di antara kami yang mampu dan mau mengelola harta itu dengan baik. Akupun jadi bertanya-tanya dalam hati ini, mengapa mereka memilih jalan dengan memberikan kepercayaan kepada orang lain untuk mengelola, hingga akhirnya orang lain yang mendapat keuntungan lebih besar, dan kami hanya bisa menikmati sisa-sisa harta kami. Lebih parahnya mereka yang sudah mengambil keuntungan dari kami, kemudian meninggalkan kerusakan, sebuah kerusakan yang aku sendiri tidak tahu kapan dapat kembali lagi seperti semula. Jika keadaan seperti ini kita biarkan terus menerus, makan bukan suatu keniscayaan jika suatu saat anak cucu kita tidak bisa menikmati kekayaan dan kejayaan yang kami punya saat ini, jangan pula menyalahkan anak cucu kita, jika kelak mereka mencaci-maki kita di atas kuburan kita karena kesalahan yang sudah kami lakukan saat ini.
Sebenarnya aku berfikir tidak pernah ada kata terlambat untuk memperbaiki keadaan, sebelum semuanya benar-benar musnah. Tapi mengapa hingga saat ini aku melihat belum ada sebuah itikad baik untuk memperbaiki semuanya. Bahkan beberapa dari kami, yang diberi kepercayaan untuk mengolah ini, sengaja membuat cerita-cerita konyol tentang sebuah keadaan yang lebih buruk, jika kami mengolah sendiri kekayaan kami, sehingga mereka tidak percaya kepada kami untuk mengolah sendiri kekayaan kami. Aku heran mengapa mereka melakukan hal seperti itu. Saat itu juga muncul sebuah pertanyaan-pertanyaan dari dalam benak ini. Pertama, apa memang kita benar-benar tidak mampu mengolah sendiri, atau kedua, apa mereka sudah merasa nyaman dengan keadaan ini, hingga mereka selalu ingin mempertahankan keadaan ini, dengan berdalih ketakutan kepada pihak lain yang sudah mendapat keuntungan, akan lari meninggalkan kami, hingga akhirnya mereka tidak mau lagi mengolah harta kita. Alasan yang pertama menurutku sangat tidak masuk akal, aku berfikir semua manusia di karunia sebuah otak yang dapat digunakan untuk berfikir dan belajar, jika saat ini kita tidak mampu untuk mengolah, aku yakin sebagian dari kita pasti akan belajar hingga mampu mengolah kekayaan itu, jika kepercayaan dan kesempatan. Aku sangat yakin bahwa kami sebenarnya mampu untuk mengolah kekakyaan ini. Jadi menurutku untuk pertanyaan pertama tadi sudah terjawab. dengan terjawabnya permasalahan yang pertama, aku akhirnya menyakini bahwa alasan yang kedua adalah penyebab adanya kondisi saat ini.
Sebenarnya bukan aku saja yang berfikiran seperti ini, banyak juga dari kami yang sudah mempunyai fikiran seperti ini, tetapi aku sangat sadar betul, jumlah kami yang mempunyai kesadaran tentang permasalahan ini masih sangat sedikit, jika dibandingkan dengan mereka, sehingga kami pun terbungkam oleh kekuasaan yang mereka miliki. Selain itu yang menjadi permasalahannya adalah kami yang mempunyai kesadaran itu, kebanyakan orang-orang yang berada dari kalangan yang sebenarnya tidak terlalu merasakan dampak yang mereka buat dengan kondisi ini. Malahan mereka yang terkena dampak sangat besar atas kondisi dan sistem ini lebih memilih untuk diam.
Akupun bertanya-tanya lagi mengapa mereka hanya diam saja jika merasa dirugikan. Apakah mereka takut, merasa tidak mampu, tidak tahu, atau memang mereka tidak mau tahu, dan memilih untuk pasrah dengan keadaan kemudian menyalahkan dirinya sendiri atau orang yang sudah melahirkan mereka di sini. Pertanyaan yang sangat sulit untuk aku dapatkan jawabannya. Tapi dibalik belum mampunya aku mendapatkan jawaban atas pertanyaan ini, aku menyimpan sebuah keyakinan jika mereka terus diperlakukan seperti ini, suatu saat mereka akan sadar. Aku yakin dengan kesadaran itu, mereka pasti akan berusaha dengan cara apapun, untuk merebut kekuasaan dan merubah keadaan yang ada saat ini agar menjadi lebih baik, dari mereka yang mempertahankan sistem saat ini. Saat itu aku berharap kami akan dapat mengolah kekayaan yang kami miliki untuk kesejahteraan kita sewajarnya.
Aku yakin teman-teman yang sudah mempunyai kesadaran itu tidak akan berhenti untuk membagikan pengetahuan mereka kepada yang belum sadar atau masih takut!!! walaupun saat ini teman-teman ini selalu di cap tidak baik oleh mereka.
Teruntuk Bangsaku

Tidak ada komentar:
Posting Komentar