Senin, 02 Juli 2012

Kamu Tidak Lagi Dua Melainkan Satu

Hari kamis tanggal 29 Juni 2011 menjadi hari yang sangat bersajarah untuk teman kerjaku yang bernama Bernadete Bare Herin, menjadi sebuah hari yang membahagiakan karena hari itu adalah hari dimana dia mengucapkan sebuah janji suci untuk melebur dengan seorang pria yang menjadi pilihan untuk mendampinginya disisa hidupnya, dengan disaksikan ribuan manusia. Waktu itu aku juga mendapatkan undangan untuk dapat hadir menyaksikan dan turut serta mengambil bagian dalam kebahagiaan itu.

Pada waktu acara berlangsung aku melihat suasana yang sangat sakral menyelimuti suasana malam itu, aku terkagum selama mengikuti cara resepsi ini. Tetapi didalam bathin ini sungguh sangat bergolak, mengikuti dan menyelami acara tersebut, kemudian aku merenungkannya dengan perilakuku selama ini, aku sendiri mengatakan bahwa aku belum atau bahkan tidak merasa pantas untuk itu. menengok masa laluku membuatku berfikir seperti itu.

Sebuah kenakalan masa lalu, dimana aku merasa belum bisa menghargai perempuan,  adalah alasan mengapa aku belum pantas untuk itu. Sebuah penyesalan yang sangat dalam seketika itu juga menyeruak menyelimuti seluruh jiwa dan raga ini. aku merasa sangat berdosa dan bersalah, hingga aku berfikiran mungkin Tuhan belum memberiku jalan karena Ia ingin memberikan aku sebuah teguran hingga aku sadar akan artinya Seorang Perempuan, sehingga kelak jika aku disatukan dengan seorang wanita, aku akan benar-benar mampu untuk menghargai, menjaga dan mempertahankan bukan hanya untuk sesaat tetapi untu sebuah kehidupan yang kekal. Dan yang paling terpenting adalah saat itu aku dapat benar-benar mengamalkan arti sebuah kata  kamu tidak lagi dua melainkan satu, karena dalam sebuah keluarga, bukan hanya berfikir dan bertindak hanya tentang kamu atau aku tetapi kita atau kami.

Akhirnya saya mengucapkan Proviciat untuk Kak Bie dan Bernadette, semoga dalam menlangkah kedepan, kalian tidak lagi melangkah sendirian tetapi selalu bersama hingga maut memisahkan. Terima kasih karena telah memberikanku sebuah pencerahan untukku dalam memandang sebuah, Janji Sakral untuk sekali seumur hidup.  

-Maafkan atas dosa-dosaku selama ini dan aku berjanji untuk lebih menghargai seorang perempuan-


   

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Entri Populer