Kamis, 16 Agustus 2012

Larantuka dan Tawuran

Beberapa bulan terakhir ini, selama aku tinggal di Larantuka, sangat miris sekali ketika menyaksikan agenda rutin para muda-mudi yang didukung oleh orang tua mereka. Tawuran aku tidak tahu entah mengapa Tawuran selalu menjadi sebuah agenda rutin disini. Padahal setelah tawuran menurutku tidak ada keuntungan yang didapat mereka, malahan lebih banyak merugikan. kalah dapat sakit, menang pun dapat sakit, belum lagi seringkali akibat tawuran tersebut tidak jarang menimbulkan kerusakan pada rumah-rumah penduduk dan juga korban jiwa, tetapi aku sangat heran kenapa mereka tidak bosan dengan hal itu, bahkan cenderung menjadi sebuah kebiasaan rutin.

Apabila dihitung untung rugi seperti tadi, aku pribadi jelas lebih memilih tidur di kos daripada ikut tawuran. Padahal jika dilihat dari keseharian mereka, banyak hal-hal positif dan menghasilkan daripada sekedar tawuran. Memancing atau menjadi nelayan misalnya, banyak hal yang bisa didapatkan dari kegiatan memancing, selain kepuasan bathin, menjadi nelayan juga memberikan keuntungan materiil yang lebih kepada mereka. berdasarkan hasil wawancara informalku dengan para nelayan muda yang ada dilarantuka, jika mereka melaut dalam satu hari, hasil yang didapat kadang bisa digunakan untuk biaya hidup mereka selama sebulan. Bayangkan jika mereka mau menekuni itu, dalam satu tahun pasti mereka bisa mendapatkan sesuatu yang lebih berharga daripada rasa sakit atau harus dikurung dalam bui akibat tawuran. Dengan kondisi alam dan budaya masyarakat Larantuka yang beragam, tentunya bukan hanya melaut saja yang dapat dijadikan sebuah pilihan untuk memperoleh keuntungan materiil.

Semoga  kedepan "budaya tawuran" di Larantuka bisa berkurang atau hilang sama sekali, sehingga semua merasakan keamanan dan kenyamanan ketika berada di Larantuka yang secara geografi dan topografi, memiliki kekayaan alam yang sangat luar biasa. Salam Persatuan!!!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Entri Populer