Senin, 13 Agustus 2012

Aku + Kekonyolan

Karena sebuah pembicaraan tentang trend era 90-an, akhirnya jadi ingat kecilku dan bikin ketawa-ketawa sendiri kalau ingat. Mumpung masih ada kesempatan buat ceritain hal-hal konyol yang kualami di masa kecilku jadi kuputuskan untuk berbagi cerita di sini :

Waktu masih duduk di bangku taman kawak-kawak hingga Sekolah datar eh, Taman Kanak-kanak sampai sekolah dasar :

1. karena saking nakalnya, pada waktu jam istirahat biasanya kami maen panjat memanjat pohon beringin yang sangat besar, di depan sekolahku. pas lagi diatas pohon tiba-tiba ibu guru (Bu Yami) berteriak kalau waktu istirahat sudah selesai saking buru-burunya akhirnya aku nggak hati-hati waktu turun pohon, alhasil pas turun, satu kakiku kejepit di sela-sela pohon dan sebagian tubuhku ditambah satu kakiku sudah sampai tanah hingga akhirnya aku tidak bisa lepas dari pohon. akhirnya dengan sekuat tenaga aku menangis sekencang-kencangnya hingga Bu Guru pun tahu dan membantuku untuk melepaskan diriku dari jeratan maut sang pohon.

2.  waktu itu aku masih tingga serumah dengan eyangku, namanya juga anak kecil saking pengennya belajar memasak akhirnya aku nekat menyalakan salah satu kompor yang ada di dapur, nah setelah berhasil menyalakan tiba saatnya mematikan, karena saking bingung karena dah kutiup nggak mati-mati, akhirnya aku ngambil air satu gayung besar dan langsung kutuang ke dalam kompor, dan akhirnya bisa ditebak, pas sore hari Eyang mau masak tiba-tiba marah-marah karena kompornya penuh air.

3. waktu iseng bermain seterika, aku lihat ada satu besi colokan listrik karena liat ada lubang listrik, aku pun penasaran untuk memasukkan besi itu, dan hasilnya adalah kaget karena kesetrum, itu pun aku belum menyadari kalau aku terkena setrum karena ku pikir kakakku yang nendang aku dari belakang hingga aku memarahi kakakku.

4. karena Bapakku waktu itu bertugas di tanah kelahirannya hingga aku tidak mengenal bapakku sendiri, tiba-tiba dirumah Eyang kedatangan tamu yang wajahnya nampak garang, hitam dan dilengkapi dengan rasa asing membuatku merasa risih dan penasaran hingga kaku bertanya ke Eyang ku, "itu siapa to? kok tamunya gag pulang-pulang to" dan ternyata beliau adalah Bapakku.

5. Nah, akhirnya setelah Bapak balik bertugas lagi, muncul sebuah kerinduan, kebetulan pas malam-malam aku jalan-jalan aku liat orang yang pakai sarung persis sarung yang dipakai Bapak waktu dirumah, kira-kira dari jarak dua ratur meter aku teriak-teriak "Papahh, Papahhh" sambil lari kearah orang itu, eh pas dari deket ternyata tetanggaku yang bernama Om Gik, malu dah akhirnya. :D

6. waktu aku ketemu sama tetanggaku kyang kebetulan sudah termasuk golongan manula, kebetulan secara fisik Nenek itu agak pendek, karena merasa aku masih kecil tetapi tinggiku hampir sama, akupun mengikuti nenek itu sambil membandingka tinggiku dengan tinggi beliau dari belakang tanpa beliau mengetahui nah tiba-tiba entah apa yang ada dalam benakku waktu itu, hingga aku memutuskan untuk meloncat dari belakang menaiki punggunnya dari belakang untuk si Nenek kuat hingga tidak menyebabkan kami jatuh tersungkur.

7. waktu itu aku bersama teman-teman bermain gelantungan di pohon kelengkeng milik tetangga depan rumah eyang, pas giliranku ada satu temanku  yang biasa dipanggil Deddy Gendut, mengikat kakiku dari bawah, waktu itu aku minta supaya dia lepas tali itu, tetapi dia ngga menghiraukan sama sekali, akupun bertahan sekuat tenaga dengan harapan dia akan melepaskan tanganya dari tali itu, tapi apa daya posisi dia dibawah hanya menunggu tali dan aku diatas dengan berat bergelantungan menahan seluruh berat badanku akhirnya tenagakupun habis dan tanganku pun akhirnya terlepas juga, dan benar saja begitu tanganku terlapas, Deddy Gendutpun dengan sigap menarik tali yang terikat di kakiku, dan akhirnya aku terjatuh dengan posisi siku terlebih dahulu dan klak akhirnya tanganku patah dan harus kerumah sakit untuk di Gyp.

8. beberapa minggu setelah tanganku patah, aku disuruh Eyangku untuk membeli gula jawa di warungnya mbah Karno, setelah membeli gula itu akupun pulang, pada saat perjalanan aku memakan sedikit demi sedikit gula itu (dalam bahasa rusia Ngrikiti) hingga karena saking enaknya menikmati gula itu, akupun lupa memperhatikan jalan, dan akhirnya akupun  jatuh tersungkur karena tersandung sebuah batu yang besar. berkat kejadian ini, akhirnya kakiku menjadi kompak dengan tanganku dengan sebuah gyp yang membalut.

9. saking rajinnya aku dan karena aku ingin memberi sedikit kejutan kepada orang tua, akhirnya pada siang hari pada waktu Bapak ibu masih kekantor, aku pun berinisiatif untuk membersihkan rumah sekaligus dengan perabotannya, waktu itu aku lihat tivi di rumah sangat kotor dan berdebu, akhirnya dengan semangat 45 akupun mengangkat air satu ember dan mencuci tivi itu alhasil tivinya memang bersih tapi siarannya jadi kotor penuh sama semut semua (untung ngga konslet) akhirnya karena ketakutan kalau katahuan akupun menjemur tivi itu dengan harapan akan kembali seperti semula dan benar akhirnya tivi itu menjadi bersih lahir bathin.

10. waktu kelas 5 SD aku memutuskan untuk berani disunat. kebetulan waktu itu pas liburan, setelah hari masuk sekolah, kebetulan luka pasca sunat sudah sembuh nah aku ngga tahu kalau teman-temanku merencanakan sebuah rencana jahat padaku, mungkin juga karena didasari oleh rasa penasaran akhirnya mereka mengeroyokku ada sekitar 6 temanku waktu itu memegang tangan dan kakiku dan aku ditidurkan di depan kelas kemudian 2 orang temanku yang lain membuka celanaku hanya untuk melihat bentuk buyungku pasca sunat. padahal yang duduk di bangku depan teman-temanku cewek semua. hadewww...

11. waktu itu aku kenal dengan cucu dari tetanggaku yang akarab di panggil Bu PS karena suaminya adalah seorang PS (Pengawas Sekolah), beliau mempunyai kolam yang berisi ikan mujair yang sangat besar, entah ide itu muncul dari siapa akhirnya kami berdua mengumpulkan belimbing kemudian melempari ikan-ikan yang ada dalam kolam itu dengan belimbing yang kami kumpulkan, dan hasilnya adalah ikan satu kolam mati semua.

12. pada waktu berjalan-jalan (berpetualang) bagaikan si bolang, aku menemukan sebuah saluran air yang berisi ikan mas banyak sekali, sepulang dari dari berpetualang akhirnya aku menceritakan pengalamanku kepada teman-temanku kalau aku menemukan kolam yang bagus untuk memancing. hari berikutnya kamipun langsung merapat ke TKP untuk berburu ikan itu sesampai di TKP aku dengan percaya diri lansung memburu ikan di selokan tersebut, tapi ternyata ikan diselokan tersebut sengaja dipelihara orang untuk dijual. dan kamipun kena marah dari pemilik (untungnya tidak dimassa).

13. gara-gara nyidam banget pengen makan permen yang ada peluit ditutupnya, akhirnya aku ngambil duit Ibuku. Waktu itu aku ngambil 10 ribu nah setelah ngambil duit tanpa sepengetahuan ibu, akhirnya aku menuju toko milik Mbah Mentho nah habis beli aku nggak dikasih kembalian dan aku nurut aja karena emang belum ngerti sama sekali sama yang namanya duit, sore harinya aku disidang sama Ibu dan akhirnya aku pun mengaku karena emang ketangkap basah karena kembalian dariku beli permen siang itu dikembalikan langsung ke Ibu, dan akupun ditakut-takuti mau ditangkep sama pak polisi, dan dampaknya aku jadi phobia berat sama yang namanya polisi, sampai-sampai walau dari jarak 200 meter aku liat polisi, aku langsung lari sembunyi. hufftttt......

14. Aku memanggil Ibuku dengan sebutan Mbak Sus, hingga aku kelas 3 SD aku nggak dikasih uang saku kalau ngga manggil mamah dan akupun kalah dan harus membiasakan memanggil dengan sebutan Mamah.

15. waktu itu aku maenan ngemut uang 50 rupiah yang lumayan gedhe eh ngga sengaja tertelan nah pas pup tiba-tiba bunyi kluthik, akupun ngga membiarkan uang itu lenyap begitu saja, spontan aku memilih uang tersebut dari dalam kloset padahal isi kloset itu selain koin 50 rupiah masih ada barang lain yang juga dalam keadaan penuh.

17. waktu belajar kelompok dirumah waktu belajar habis cuma buat ngobatin yang namanya panu, sama Udin teman belajarku. (untung sekarang nggak pernah panuan lagi).

18. karena siang kebanyakan maen, akhirnya pas belajar aku ketiduran tiba-tiba plakkk tangan Bapak udah sampai di Kepala, aku pun kaget dan lari terus Bapak waktu itu ngambil bambu dan akupun dipukul dengan bambu itu akhirnya akupun pura-pura pingsan di halaman rumah, mungkin karena tahu aku cuma pura-pura Bapak pun kebelakang sambil ngomong biar tak ambil bendho (benda tajam yang biasa digunakan masyarakat jawa untuk memetik dan mengupas kelapa atau memotong kayu) sambil berkata biar mati sekalian juga nggak papa, aku tetap diam saja dan berpura-pura pingsan sambil melirik kearah rumah dengan waspada. Begitu Bapak keluar lagi ternyata benar Bapak sudah bawa bendho itu, begitu aku tahu Bapak sudah didepan pintu yang berjarak 10 meter dariku, dengan sigap aku langsung berdiri dan lari menuju rumah Eyang. untung nggak telat... wakakakakkkkkkaaaaa....

19. waktu diajak berenang sama Bapak (program rutin olahraga) di Umbul Jolotundo (kolam renang mata air di Jatinom) begitu datang dengan PeDenya aku langsung menuju kolam, nah kolam disitu dibagi jadi beberapa nomor sesuai kedalamannya dari nomor 1 paling dangkal hingga nomor 4 yang paling dalam, aku pun mengamati masing-masing kolam dan menjatuhkan pilihan pada kolam nomer 2. Tanpa basa-basi lagi aku langsung loncat ke kolam itu dan ternyata tinggiku masih kalah dalam sama kolam itu dan akhirnya akupun tenggelam naik turun hingga nafasku tersengal-sengal (Glagepan) Bapak yang melihat kejadian itu dengan sigap langsung loncat dengan baju lengkap dan dompet masih disaku... (demi buah hati tersayang) so sweettt.... untungnya nggak telat. telat wassalam dahhh...

20. pada siang hari aku maen sepeda waktu itu aku pinjem sepedanya mas iwan, nah waktu itu kami maen sampai di Prampean (sungai) didekat desaku. Disitu terdapat sendang nah karena iseng aku dan teman-teman bermain sepeda layaknya naik motor trail dengan tempat mendaratnya sendang itu nah pas giliranku mungki karena aku agak kenceng ngayuhnya akhinya sepeda pun jatuh dibagian tengah sendang yang agak dalam ditambah dengan lumpur yang agak dalam. Alhasil sepedapun hilang  di dalam sendang. tetapi berkat tekad dan kemauan disertai kerjasama  yang solid dengan 4 temanku yang lain (karena sama-sama takut nggak bisa ngembalin sepeda) akhirnya kami menyelam untuk mencari sepeda itu. akhirnya setelah kira-kira 2 jam pencarian kamipun menemukan sepeda itu dan kapok ngga maenan sepeda di Sendang lagi.

21. waktu mau menjelang lebaran seperti biasa mercon adalah sebuah tradisi bagi kami, nah waktu itu aku kebetulan aku sudah membeli beberapa mercon leo (mercon ukuran tanggung) dari atas sungai kami bermain mercon. beberapa mercon sudah kami nyalakan hingga jatuh di satu mercon yang nggak nyala, lalu akupun turun kesungai untuk mengambil mercon itu, dengan hati-hati aku mendekat takut jangan sampai meledak. merasa aman akhirnya aku mengambil mercon itu dan mendapati ternyata mercon itu sumbunya lepas, nah tiba-tiba saja aku memasukkan sebuah baygon yang masih menyala kedalam mercon itu dan hasilnya mercon itu meledak digenggaman tanganku tepat didepan muka. syokkk habisss tapi untungya badanku masih utuh. Tuhan Sayang Anak Kecil Imut2 kali ya... :D

22. sendalku mulai dari SD-SMP adalah sendal Lily tiada sendal merk lain yang dibelikan oleh Bapak hadewwww....

23. aku pernah menghadap kepala (ujung) banjir untuk pembuktian keberanian, dengan pelindung tali yang diikatkan di perut dan ternyata baru kuketahui yang namanya banjir itu nggak cuma air aja tapi campur kayu-kayu dan sampah lainnya alhasil saking derasnya arus, tali yang diikat diperutku pun semakin mengencang ditambah benturan kayu dan sampah-sampah lain. dan makna yang kudapat dari peristiwa ini adalah Panu dan Perut sakit kelilit tali.

hal konyol lainnya ntar ya sambil nginget-inget dulu :D

2 komentar:

Entri Populer