Dahulu aku merasa ada sebuah suasana yang menurutku tidak bagus hingga membuatku kurang nyaman dalam suatu keadaan, tiap hari membuatku selalu jengkel hingga aku tidak bisa memaksimalkan pekerjaanku, karena aku tidak mempunyai semangat sama sekali. Aku merasa semua jalanku untuk dapat mengembangkan diri di dalam dihambat, hingga aku berfikir lebih baik aku mengembangkan diriku diluar. Tapi mulai kini keadaan menjadi sedikit berubah, minimal untuk sementara waktu hingga muncul kepemimpinan baru.
Sebuah asa muncul bahwa kedepan, dengan pengalaman yang ada di masa lalu, esok muncul sosok pemimpin yang baik, dalam artian sosok yang dapat membina dan bersikap adil terhadap orang-orang yang dipimpinnya. seorang pemimpin yang dapat aku jadikan panutan dalam bertindak, seorang pemimpin yang dapat menciptakan kader yang tangguh ketika dia sudah tidak lagi menjadi seorang pemimpin, seorang pemimpin yang tidak memperlakukan secara diskriminasi terhadap orang-orang yang dipimpinnya.
Saat ini asa itu memang hanya sebuah harapan, tapi aku mempunyai sebuah keyakinan akan hal itu entah siapapun kelak yang akan menjadi kapten di tempat ini, dan jika sosok seperti yang aku harapkan ini muncul, dengan segala daya dan upaya aku pasti akan mendukungnya dalam setiap kebijakan-kebijakan yang dipilih, aku akan berusaha untuk memberikan seluruh kemampuan yang kumiliki dengan maksimal. tetapi jika ternyata apa yang dilakukan seperti "dahulu" maka pilihan untuk melakukan resistensi pasti akan muncul kembali dalam diriku.

Dalam masa transisi ini aku memulai sedikit demi sedikit untuk merubah kebiasaanku selama ini, dahulu aku yang jarang sekali terlibat dalam berbagai kegiatan, aku yang menghilangkan nilai-nilai disiplin, kini perlahan mulai aku perbaiki, dan aku berjanji setelah masa transisi ini, jika muncul sosok pemimpin yang baik dan bijaksana, aku akan terus berusaha untuk lebih baik dari dahulu. Inilah secercah harapan dan citaku.
-Aku mendambakan sosok pemimpin, bukan bos-

Tidak ada komentar:
Posting Komentar