Minggu, 27 Mei 2012

Berani Untuk Berkata dan Bertindak

gbr. Taiko dewi genderang perang 
Pada suatu hari, aku menghadap kepada atasanku untuk ijin tidak masuk ke kantor selama beberapa hari, dengan alasan kedukaan, sehingga aku harus pulang ke tanah leluhurku, di Kefamenanu Nusa Tenggara Timor. Selesai mengikuti upacara pemakaman Nenekku, akupun kembali ke kantor untuk bekerja seperti biasa lagi. Pada waktu aku melihat daftar kehadiran yang biasa kami isi setiap hari, aku melihat kolom absenku terisi coretan, dengan tulisan izin di kolom keterangan. Memang benar, selama beberapa hari aku memang tidak masuk kantor, sehingga aku merasa wajar jika dalam daftar hadir itu namaku dicoret, dan selama ini aku tidak pernah mempermasalahkan permasalahan itu.

Saat aku masuk, aku melihat beberapa orang di kantorku yang ternyata juga tidak masuk ke kantor, tapi yang menjadi kejanggalan untukku, adalah walaupun mereka tidak masuk ke kantor, tetapi aku melihat tanda paraf mereka selalu ada. Bahkan tidak ada satu orangpun yang mau mencoret namanya walaupun sudah jelas bahwa beberapa orang itu tidak masuk ke kantor. 

Kejadian dan pembedaan perlakuan yang aku alami ini tentu membuatku merasa emosi, karena aku merasa mendapat sebuah perlakuan yang tidak adil (diskriminasi). Aku merasa ada seseorang yang saat ini sedang sangat bersemangat untuk menjatuhkan aku. Pelan-pelan aku mencari siapakah  orang yang begitu bersemangat untuk menjatuhkanku, hingga dari beberapa obrolan-obrolan dengan beberapa temanku, aku akhirnya dapat  mengetahui siapa sebenarnya musuhku. 

Atas permasalahan ini aku langsung membuat sebuah komplain kepada kepala sub bagian yang menangani permasalahan ini. Tetapi di luar itu, aku menyimpan sebuah dendam dengan orang yang saat ini karena masih mempunyai tempat berlindung yang sangat aman, hingga membuatnya merasa sombong seolah dia yang paling berkuasa dan paling tahu tentang segala hal. Tapi aku memperingatkanmu saat ini!!! Dunia selalu berputar, ada saatnya benteng yang kau jadikan tempat berlindung itu jatuh, dan saat itu juga kita akan tahu seberapa besar kemampuanmu yang sebenarnya. Saat itulah itulah,  mari kita sebagai laki-laki bertarung habis-habisan!!! dan jangan pernah menyesal, jika kelak kita bertemu lagi dengan keadaan aku sebagai pemimpin, dan kau sebagai bawahanku!!!




2 komentar:

  1. Emm..kalo misal situasinya dibalik gimana, kamu yang absennya tetep penuh dan temen kamu yang dicoret meskipun sama-sama ga masuk, emosi juga tak??

    BalasHapus
  2. selama ini aku selalu berusaha untuk fair dalam perilaku dikantor... saya tidak pernah mencoret absen orang lain saya dan ketika saya tidak masuk lalu absen saya dicoret saya tidak pernah mempermasalahkan hanya untuk kasus ini saya marah karena merasa di diskriminasikan... :D

    BalasHapus

Entri Populer