Jumat, 01 Februari 2013

Sang Pendekar KO Juga

Sekuat-kuatnya Fisik ini akhirnya tepar juga, nggak tahu salah siapa nie sabtu sore kira-kira jam 5 aku di telpon sama teman kosku (Om Arief) ditanya mancing tidak? ibarat tumbu ketemu tutupan, langsung kujawab saja berangkat, dari pertokoan kota dengan masih membondot belanjaan 3 kresek langsung aku bilang "sebentar lagi, ini saya masih sekalian nyari umpannya". tidak tahu kenapa aku menyiapkan bekal untuk memancing lebih banyak dari pada alat-alat pancingnya, mungkin pikirku banyak yang ikut mancing jadi klo beli sedikit nanti cepat habis.
Pulang dari belanja aku langsung menuju ke Kos, tetapi aku lihat kosong pikirku mereka sudah berangkat dahulu, tetapi dalam anganku tidak mungkin mereka ninggalin aku, kan aku yang bikin kompetisi mancingnya akhirnya tidak lama Om Arif datang, tampak dia sangat sibuk mempersiapkan alat-alat pancing dari kamarku, tetapi aku cuek saja aku cuma nunjukkin di sana di sini tempatnya dengan rajin mereka menyiapkan alat pancingnya.
setelah selesai kami meluncur menuju kerumah Om Charles pemilik kapal yang mau kita pakai untuk mancing, nah pas sampai di rumah Om Charles, tidak berselang lama setelah  kami duduk, hujan pun tiba-tiba turun dengan derasnya yah setengah pesimis jadi berangkat mancing atau tidak, tetapi aku yakin kalau hujannya pasti tidak akan terlalu lama. dengan sabar kami menunggu hujan reda, benar kataku, setelah kira-kira setengah jam, hujan akhirnya reda juga dan kamipun berangkat. selama mancing aku merasa sial terus menerus, dari awal aku sama sekali tidak merasakan totokan ikan yang menyambar umpanku. Lebih parah lagi aku harus rela kehilangan tali pancingku 1 roll gara-gara ada kapal yang bercanda bodoh.
dari semalaman duduk dibawah langit dengan hembusan angin yang menerpa badan, akhirnya aku harus pulang dengan tangan hampa tidak 1 ekor ikanpun aku dapat.
Sepulang mancing aku merasa jengkel karena air yang baru terisi dibak penampung tiba-tiba habis. betapa jengkellnya aku. lalu akupun membereskan kamarku, tidak lama kemudia terdengar gemericik air, pikirku wah lebih baik sekalian aku membereskan semuanya dan lalu mengisi air hingga penuh, akhirnya akupun tidak langsung istirahat tidur, aku masih sibuk kiri-kanan membereskan kamar dan menutupnya dengan mandi dan keramas.
selesai aktivitas itu aku langsung tidur dan mengarahkan kipas angin tepat ditubuhku. siang sekitar jam 1 aku terbangun badan ini terasa sangat lemas dan kaku, akhirnya akupun kewarung untuk mengisi perut yang masih kosong, tidak lupa aku minum To**K An*in, minuman yang biasa aku minum kala badan ini terasa kurang sehat. Sepulang makan aku melanjutkan lagi tidurku tapi tiba-tiba badanku menjadi panas hingga aku tidak bisa bergerak sama sekali dan akupun Tumbang. selama di Larantuka baru kali ini aku merasakan panas tubuh yang seperti ini yang akhirnya menumbangkanku. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Entri Populer