Rabu, 19 Juni 2013

MENDADAK JADI BAPAK

Tiga hari sebelumnya....> Aku bersiap berangkat ke Kupang untuk mengikuti Diklat... selama tiga hari aku mengikuti sebuah Diklat yang menurutku cuma sekedar sebuah formalitas saja, gimana nggak kusebut cuma formalitas, dari sepuluh modul yang masing-masing modulnya mungkin ada 20 halaman lebih dan peraturan yang dibahas itu kira-kira ada 500 lembar (belum termasuk perubahan-perubahannya) diselesaikan dalam waktu kurang lebih 6 Jam!!! hmmm.. sia-sia dah jutaan uang habis untuk sebuah kegiatan yang tidak jelas... dan memang itulah sistem yang ada pada kita.. kalau formalnya kurang menguntungkan yang dipakae material begitu pula sebaliknya. eitsss malah curhat.. tapi gapapa kan cerita ini juga bagian rentetan cerita yang akhirnya membuatku menjadi Bapak Dadakan.

Kembali ke Tema Judul, setelah kegiatan itu selesai aku memutuskan untuk menengok kerabat/ saudaraku semua yag berada di Kampung Kelahiran Bapakku tepatnya di Kefamenanu NTT (disanalah berkumpul Gank Usfal terbesar di Dunia) seperti biasa, kalau ke Kampung Halaman aku pasti langsung menuju ke Rumah adikknya Bapakku paling bungsu yaitu Om Cipry sebelum aku melanjutkan berkeliling kerumah Adik dan Kakaknya Bapak yaitu Om Teus dan Om Sin...

Pas aku datang kebetulan Caesar (Anak pertama Om Cipry) atau tepatnya Adik Sepupuku sedang ada dirumah dalam rangka liburan kelulusan SMP.  Nah kebetulan aku pas dateng tiba-tiba entah muncul inspirasi darimana, Caesar menginginkan untuk melanjutkan sekolah menengahnya di Flores ikut dengan saya. Karena saya juga sendirian di Flores dan demi kemajuan Keluarga Besar Usfal di Kaubele, akupun sangat mendukung keinginan Caesar. tetapi tidak semulus itu, Om Cipry tidak begitu saja mengijinkan (rasa sayang yang berlebihan)  sehingga agak berat untuk melepas sang anak untuk tinggal jauh dengannya. Tetapi aku berhasil meyakinkan bahwa sang anak pasti akan mendapat sekolah yang bagus. Dan akhirnya malam sebelum aku pulang kembali ke Flores Om Cipry pun menyetujui keinginan Caesar untuk bersekolah dibawah pengawasanku di Flores.

Dengan persetujuan itu makanya mendadak aku jadi seorang bapak yang bertugas untuk menjaga, mengarahkan dan mengatur anak agar dapat berhasil dalam pendidikanya. #padahal ngatur diri sendiri saja masih merangkak-rangkak tapi ini bisa kujadikan satu motivasi sekaligus pembelajaran bagiku... kami bisa saling belajar tentang kehidupan... dan berkat pengalaman ini (walau baru seminggu) aku jadi tersadar betapa susahnya jadi orang tua yang harus bisa selalu terlihat baik dihadapan anak-anaknya walaupun mungkin begitu banyak masalah yang dihadapi diluar.. selain itu orang tua harus bisa menyembunyikan perasaan sayangnya kepada sang anak dengan bertindak tegas atau dalam bahasa kami selaku anak = Kejam tetapi semua itu karena rasa sayang orang tua yang menginginkan anaknya menjadi "manusia"... Semoga aku bisa mengambil peran itu.... dan aku akan berusaha untuk itu... dan inilah ujian hidup sesungguhnya bukan hanya sekedar mengisi titik-titik lingkaran dalam lembar jawaban....

kira-kira seperti itu ceritanya :D


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Entri Populer