Setelah kurang lebih 3,5 tahun aku berdomisili di perantauan, akhirnya pada 8 Juli 2013 tepat pada saat hari jadiku yang ke-27, dengan sebuah keyakinan dan niat baik, akhirnya aku membuat satu keputusan yang sangat besar. Sesuai dengan judul di atas, walaupun di sini, di pinggir Bukit Ile Mandiri yang kokoh bukan tanah kelahiranku, tetapi aku memutuskan untuk memiliki sepotong lahan disini untukku berteduh.
Berawal dari sebuah pemberitahuan dari sahabat kostku Arief Adriansah, aku diminta untuk menghubungi teman kerjanya yang bernama Om Lor, karena ada yang mau menjual tanahnya di sekitaran Desa Tiwatobi Wotowiti Kecamatan Ile Mandiri. Atas pemberitahuan itu, aku yang memang sudah lama berusaha untuk mencari tempat di Larantuka, langsung menuju kerumah Om Lor. Tanpa basa-basi lagi Om Lor bertanya kepadaku apakah aku benar-benar serius untuk mempunyai sebidang tanah di Watowiti. Akupun dengan tegas menjawab "iya" setelah merasa cukup yakin, akhirnya Om Lor pun langsung mengajakku kerumah Tuan Tanah untuk diperkenalkan. Setibanya di rumah Tuan Tanah, akupun langsung diperkenalkan, Yohanes Hegon Hewen alias Om Andi namanya, sang Tuan Tanah yang akan mengalihkan sebagian tanahnya untuk aku.
Setelah perkenalan itu, sebenarnya aku langsung akan diajak untuk melihat lokasi tanah yang akan dijual kepadaku, tetapi karena sudah terlalu sore, akhirnya kamipun memutuskan untuk menunda keinginan untuk melihat lokasi tersebut. Tetapi kami berkencan untuk bertemu kembali pada esok sore nya dan akupun mengiyakannya, akhirnya akupun pulang dengan harapan besok sore aku akan datang untuk meninjau lokasi.
Akhirnya sore hari yang sudah kutunggupun tiba juga, aku berangkat sendirian menuju Watowiti, tetapi walaupun aku sudah tahu rumah Tuan Tanah, tetapi sesuai prinsipku, untuk menjaga hubungan dengan penghubungku, aku tidak langsung menuju kerumah Tuan Tanah, tetapi aku langsung menuju ke rumah Om Lor. Sesampainya di rumah Om Lor, ternyata yang bersangkutan tidak ada ditempat dan sedang menonton sepakbola di Lapangan Riangkamie. Akhirnya niatan untuk meninjau lokasi gagal kembali.
Tetap berusaha untuk yakin, akhirnya kami membuat janji baru untuk ketemu hari berikutnya. akhirnya pada sore hari akupun bersama Om Arief kembali menuju Watowiti, sesampainya di sana akhirnya aku bertemu langsung dengan pemilik Tanah yang bernama Yohanes Hegon Hewen (Om Andi) tanpa basa-basi aku pun langsung menyampaikan keinginanku untuk dapat membeli tanah miliknya. akhirnya akupun ditunjukkan tempat yang sangat jauh dari pemukiman yaitu di perkebunan mente milikknya, dalam perjalanan pertama aku merasa agak aneh karena tanah yang dia tunjukkan tempatnya masih sangat sepi tidak ada penghuni sama sekali bahkan berada di hutan, dalam bathin ini berkata biarlah walau hutan sekedar untuk investasi saja. tetapi akhirnya Om Andi sendiri yang menyerah ditengah jalan Om Andi berkata kepadaku ah tidak mungkin saya mau membeli tanahnya yang ini, akupun hanya tersenyum. Akhirnya kami memutuskan untuk kembali kerumah Om Andi. sesampainya di rumah Om Andi, aku kemudian ditawarkan sebidang tanah yang ada dibelakang rumahnya akupun mulai tertarik, tetapi aku belum menyatakan kesediaanku, Om Andi kembali menawarkanku sebidang tanah yang ada disamping rumahnya tepat dipinggir strat A menuju bandara. Tanpa pikir panjang akupun langsung menyetui untuk membelinya dengan harga sesuai kesepakatan dan pembayaran secara tunai 3(tiga) hari setelah persetujuan.
Sekarang aku sudah resmi menempati tanah ini walaupun masih dalam bentuk bangunan sederhana, tetapi aku merasa sangat nyaman karena aku tinggal ditempatku sendiri dan sudah dapat aku gunakan sebagai tempat berlindung ketika aku lelah.
Selalu Mau Tahu membuat kita berfikir dan menemukan jawaban dari apa yang kita mau tahu
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Entri Populer
-
Karena sering bergaul dengan seorang pemuda bernama Agung Susanto yang hingga saat ini selalu berusaha mempertahankan kebudayaan bangsa i...
-
Dalam kehidupan percintaan, ketika seorang pria merasa tertarik dengan seorang wanita, atau seorang wanita tertarik dengan seorang pria,...
-
Dalam sebuah kisah percintaan banyak sekali rasa-rasa yang akan kita temui, ibarat permen mungkin permen nano-nano ada manisnya, ada pede...
-
Larantuka adalah Ibukota dari Kabupaten Flores Timur, sehingga sebutan Larantuka terasa lebi...
-
pic "find the endles love" by odik Tadi pagi, kebetulan setelah aku selesai membuat draft Keputusan di ruang kerja di mana...
-
Maumere aku datang!!! Ikuttttttt.... Jumat sore 21 September 2012, aku menulis sebuah status di Facebook " Bingung mau apa k...
-
Setiap orang terlahir di dunia ini dengan sebuah karunia yang sangat luar biasa dari Sang pencipta, dan anugerah itu adalah perasaan...
-
Kami punya begitu banyak harta yang sangat melimpah, jika kami mau mengolahnya sendiri dengan baik. Dengan harta itu, aku yakin kami...
-
Pertama kali aku ngebuktiin kalo apa yang digambar di peta adalah sebuah kebenaran, yaitu waktu tahun 19...
-
The Real Generasi Penerus Perjuangan 45 Panitia 8 Pada awal perkuliahan aku adalah anak yang cukup aktif dalam berbagai kegiatan d...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar