Rabu, 15 April 2015

Tanah Air Beta

Setelah kurang lebih 3,5 tahun aku berdomisili di perantauan, akhirnya pada 8 Juli 2013 tepat pada saat hari jadiku yang ke-27, dengan sebuah keyakinan dan niat baik, akhirnya aku membuat satu keputusan yang sangat besar. Sesuai dengan judul di atas, walaupun di sini, di pinggir Bukit Ile Mandiri yang kokoh bukan tanah kelahiranku, tetapi aku memutuskan untuk memiliki sepotong lahan disini untukku berteduh.

Berawal dari sebuah pemberitahuan dari sahabat kostku Arief Adriansah, aku diminta untuk menghubungi teman kerjanya yang bernama Om Lor, karena ada yang mau menjual tanahnya di sekitaran Desa Tiwatobi Wotowiti Kecamatan Ile Mandiri. Atas pemberitahuan itu, aku yang memang sudah lama berusaha untuk mencari tempat di Larantuka, langsung menuju kerumah Om Lor. Tanpa basa-basi lagi Om Lor bertanya kepadaku apakah aku benar-benar serius untuk mempunyai sebidang tanah di Watowiti. Akupun dengan tegas menjawab "iya" setelah merasa cukup yakin, akhirnya Om Lor pun langsung mengajakku kerumah Tuan Tanah untuk diperkenalkan. Setibanya di rumah Tuan Tanah, akupun langsung diperkenalkan, Yohanes Hegon Hewen alias Om Andi namanya, sang Tuan Tanah yang akan mengalihkan sebagian tanahnya untuk aku.

Setelah perkenalan itu, sebenarnya aku langsung akan diajak untuk melihat lokasi tanah yang akan dijual kepadaku, tetapi karena sudah terlalu sore, akhirnya kamipun memutuskan untuk menunda keinginan untuk melihat lokasi tersebut. Tetapi kami berkencan untuk bertemu kembali pada esok sore nya dan akupun mengiyakannya, akhirnya akupun pulang dengan harapan besok sore aku akan datang untuk meninjau lokasi.

Akhirnya sore hari yang sudah kutunggupun tiba juga, aku berangkat sendirian menuju Watowiti, tetapi walaupun aku sudah tahu rumah Tuan Tanah, tetapi sesuai prinsipku, untuk menjaga hubungan dengan penghubungku, aku tidak langsung menuju kerumah Tuan Tanah, tetapi aku langsung menuju ke rumah Om Lor. Sesampainya di rumah Om Lor, ternyata yang bersangkutan tidak ada ditempat dan sedang menonton sepakbola di Lapangan Riangkamie. Akhirnya niatan untuk meninjau lokasi gagal kembali.

Tetap berusaha untuk yakin, akhirnya kami membuat janji baru untuk ketemu hari berikutnya. akhirnya pada sore hari akupun bersama Om Arief kembali menuju Watowiti, sesampainya di sana akhirnya aku bertemu langsung dengan pemilik Tanah yang bernama Yohanes Hegon Hewen (Om Andi) tanpa basa-basi aku pun langsung menyampaikan keinginanku untuk dapat membeli tanah miliknya. akhirnya akupun ditunjukkan tempat yang sangat jauh dari pemukiman yaitu di perkebunan mente milikknya, dalam perjalanan pertama aku merasa agak aneh karena tanah yang dia tunjukkan tempatnya masih sangat sepi tidak ada penghuni sama sekali bahkan berada di hutan, dalam bathin ini berkata biarlah walau hutan sekedar untuk investasi saja. tetapi akhirnya Om Andi sendiri yang menyerah ditengah jalan Om Andi berkata kepadaku ah tidak mungkin saya mau membeli tanahnya yang ini, akupun hanya tersenyum. Akhirnya kami memutuskan untuk kembali kerumah Om Andi. sesampainya di rumah Om Andi, aku kemudian ditawarkan sebidang tanah yang ada dibelakang rumahnya akupun mulai tertarik, tetapi aku belum menyatakan kesediaanku, Om Andi kembali menawarkanku sebidang tanah yang ada disamping rumahnya tepat dipinggir strat A menuju bandara. Tanpa pikir panjang akupun langsung menyetui untuk membelinya dengan harga sesuai kesepakatan dan pembayaran secara tunai 3(tiga) hari setelah persetujuan.

Sekarang aku sudah resmi menempati tanah ini walaupun masih dalam bentuk bangunan sederhana, tetapi aku merasa sangat nyaman karena aku tinggal ditempatku sendiri dan sudah dapat aku gunakan sebagai tempat berlindung ketika aku lelah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Entri Populer