Rabu, 19 Oktober 2011

Hujan Pertama di Kota Reinha


Hari Selasa kemarin menjadi hari yang sangat istimewa buatku atau bahkan kami semua di Larantuka Nusa Tenggara Timur ini. Pada hari selasa ini aku memulai aktivitas seperti biasa pada hari-hari kantor, aku bangun jam enam pagi (takut kalo kesiangan ntar rejekinya dipatok ma ayam) diawali dengan meregangkan seluruh otot dalam bahasa jawanya "mulet" sambil membersihkan sisa-sisa proyek penggambaran peta semalam, lalu di lanjutkan dengan buang air kecil di kamar mandi sambil sedikit mencuci muka untuk memulihkan kesadaran ke titik 100%, setelah itu kemudian aku  membersihkan kamarku (maklum bujang hampir lapuk, jadi belum ada yang ngebersihin kamarku selain aku) yaitu mulai dari menata kasur, bantal dan guling, membersihkan televisi, laptop, lemari dan lain sebagainya kemudian dilanjutkan menyapu lantai kamar dan diakhiri dengan mandi, istirahat sejenak dan kemudian akupun segera men-start motor dan langsung meluncur menuju kantor untuk bekerja.
Sesampainya di kantor aku segera membersihkan meja kerjaku sendiri, lalu aku menyalakan komputer yang aku pakai di kantor, tidak lama aku memakai komputer tiba-tiba datang Pak Kasubag membawa tugas yang lumayan banyak yaitu SK (Surat Keputusan) sebanyak 12 biji owh mannn.. tapi tetap kukerjakan dengan penuh semangat. Langsung saja aku memulai pekerjaan itu. Pada jam 12 aku memutuskan untuk beristirahat sejenak untuk makan siang segera aku keluar kantor dan meluncur ke tempat makan tujuanku, yaitu rumah makan Jawa Barat yang terletak di dekat lampu traffic light di Pasar Baru Larantuka, dipertengahan jalan, tepatnya di lapangan lebau aku pun bertemu dengan mobil Avansa hitam plat "L" yang aku tau itu milik Pak Chandra, nah kebetulan udah 2 minggu nggak ketemu, akhirnya akupun menyembanginya. Wah pas banget ternyata Pak Chandra waktu itu pas bawa jeruk jadi langsung aku minta saja, apa lagi cuaca waktu itu pas puncak-puncaknya panas dan kering yang membuat kita serasa dehidrasi. Setelah ngobrol akhirnya kemudian Pak Chandra menanyakan tujuanku kemana, langsung saja aku menjawab aku mau mencari makan di kota, mendengar jawabanku Pak Chan mengajakku kerumah makan “Permata Ibu”  tempat kami biasa duduk nongkrong minum kopi bersama, tempatnya di dekat kosku. Akhirnya aku dengan motorku dan Pak Chan dengan mobilnya kembali untuk meluncur ke RM Permata Ibu, karena aku sudah lapar, kecepatan sepeda motor pun aku pacu sekencang-kencangnya. 
Sesampainya aku di RM Permata Ibu, Motorku aku parkir di Warnet yang kami namai "Warnet Swasembada", kebetulan kami sudah akrab dengan penjaga warnet itu yaitu Franco A Nalele. Setelah memarkir kendaraan aku berjalan menuju RM, waktu itu pas juga Pak Chan sampai di warung lalu aku menunggu sejenak untuk memarkir mobil dan kami berdua pun masuk kedalam. Begitu masuk kami pun langsung mendapat sambutan hangat dari sang pemilik RM yaitu Ibu Elizabeth. Lalu kami pun memesan makanan waktu itu Pak Chan hanya memesan Es Coffemix dan aku memesan makan dengan komposisi nasi sedikit (kira-kira 3 sendok makan)  dan sayur yang banyak, maklum sedang diet dan untuk minum aku memesan es teh yang segar. Setelah itu aku pun makan. Setelah selesai makan aku pun mengambil satu bungkus rokok surya 12 dan aku mengambil sendiri di etalase rokok (saking akrabnya dengan pemilik RM), setelah itu kamipun ngobrol sambil minum minum es teh sambil merokok, sambil duduk tiba-tiba datang seorang ibu-ibu dengan anaknya yang datang dengan maksud yang sama yaitu makan, ternyata ibu itu adalah orang yang mengelola rumah makan di ujung kota Larantuka yaitu Rumah Makan Ujung Aro kami pun sudah  sering kesana untuk makan dan berkaraoke ria jadi kami juga mengenal Ibu itu. Akhinya ibu merry namanya, ikut nimbrung ngobrol bersama kami. Pas kami ngobrol tiba-tiba AIR turun dari langit yang sangat Cerah bahkan panas, ternyata ada "Hujan Monyet" (di jawa kami menyebut seperti itu karena hujan berlangsung pada saat cuaca panas)  dengan serempak kami ditambah ibu pemilik warung pun langsung mengatakan kata “AKHIRNYA” hujan juga setelah lama tidak hujan karena pergeseran cuaca. Tapi hujan itu ternyata tidak berlangsung lama dan efek dari hujan yang terjadi sebentar saja adalah udara terasa semakin gerah luar biasa. Waktu itu pengennya Cuma minum es saja. Setelah hujan reda kamipun memutuskan untuk kembali kekantor, bersamaan itu juga Ibu merry juga pas pamit kepada kami untuk pulang juga tapi dia lebih duluan karena kami masih menata barang-barang bawan yang terhambur di meja makan. Setelah Ibu Merry keluar tidak lama Ibu Elizabeth (Pemilik Warung) menyampaikan kepada kami, cepet bilang terima kasih ke Ibu tadi, nie semua udah dibayarin. Kaget bercampur senang dalam hati, kami pun bergegas berlari untuk mengucapkan terima kasih, sambil berkata dalam hati wah besokk barengan lagi ah biar dibayarin lagi heheheee (maklum anak kos) setelah itu kamipun dengan perasaan senang kembali kekantor.
Pulang dari kantor aku  langsung tidur karena rasa ngantuk yang sudah tidak tertahankan lagi. Bangun tidur akupun kembali merapikan kamar, setelah merapikan kamar aku pun mandi. Setelah mandi aku melihat satu panggilan tak terjawab di Handphoneku, aku lihat ternyata Pak Chandra yang menelponku lalu aku pun menelpon balik, tapi ternyata telponnya sedang sibuk akhirnya aku mengirim pesan singkat menanyakan ada apa dan posisi dimana, karena lama tidak dibalas akhirnya aku memutuskan untuk membeli air galon dulu karena air minumku kebetulan sudah habis dua-duanya. Pas keluar, aku melihat Pak Chandra sedang duduk di RM Permata Ibu, lalu aku pun berteriak “sebentar aku beli galon dulu”. Selesai aku membeli 2 galon air, akhirnya Pak Chan mendatangaiku di kos. Karena merasa sepi dan tidak ada kerjaan, akhirnya Pak Chan mengajakku untuk sekedar santai Karaokean sambil minum es, karena cuaca yang sangat panas. Ahkirnya kamipun memutuskan pergi ke RM Ujung Aro. Di sana kami menggila bernyanyi sambil berjoget bersama, karena waktu itu kebetulan juga pas sedang tidak ada pengunjung lain selain kami di dalam RM. Pas seru-serunya bernyanyi tiba-tiba air turun dari langit dengan Derasnya Horay dalam hatiku langsung saja aku meng-update status via Facebook yang intinya mau nyampein kalau Larantuka mendapat Hujan untuk pertama kalinya setelah kemarau panjang. Serasa mendapat kelegaan yang sangat luar biasa akhirnya kamipun menikmati hujan kembali. Indahnya Hujan Pertama di Bumi Reinha, Tanah Lamaholot. Semoga hujan kemarin membawa kesejukkan dan menghapuskan dahaga pada bumi ini. Dan semoga Hujan ini membawa kebaikan bagi seluruh masyarakat Larantuka Flores Timur.

Larantuka 20 Oktober 2011 
      

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Entri Populer