Siang tadi waktu aku makan siang aku melihat dua anak kecil,
yang kebetulan adalah anak pemilik warung, sedang asyiknya bercanda ria dengan
hujan yang cukup lebat mengguyur Larantuka, kuperhatikan mereka sangat
menikmati permainannya mulai dari berlari-lari, bergulung-gulung hingga
berlagak mengeluarkan ilmu gaibnya (mungkin mau nahan biar hujannya berhenti),
lama kuperhatikan hingga dalam hati ini sebenarnya ingin bergabung dengan
mereka menikmati air hujan itu, tapi
masalahnya tadi aku masih memakai seragam dinasku jadi keinginan itu harus saya
pendam dalam-dalam.
Sambil memperhatikan mereka aku jadi teringat masa kecilku,
kebetulan aku juga termasuk anak yang agak bandel di bawah didikan keras kedua
orang tuaku yang selalu melarangku untuk bermain hujan karena memang aku gampang
sakit, apalagi kalau sudah kena air hujan, mulai dari batuk, pilek sampai demam
pasti segera menyerangku, tapi bukan Odik namanya kalau nggak nglawan. Segala cara
dengan seluruh daya selalu aku gunakan untuk bisa kabur dari rumah untuk
sekedar berlari-lari, membuat bendungan, menggunakan kulit kelapa untuk kapal,
menikmati hujan. Sungguh senang kurasakan saat itu, aku benar-benar bisa
menikmati indahnya bermain hujan. Bahkan
tanpa ada suatu beban apapun walaupun aku tau kalau selepas bermain hujan aku
harus bersiap-siap sakit dan ditambah bonus omelan dan sedikit bumbu cubitan
dari Orang tuaku.
Waktu itu aku sadar
atas segala resiko yang akan aku hadapi di depan jika aku menuruti kemauanku,
dan hasilnya aku sangat senang dan sangat menikmati masa itu, tetapi aku sangat
senang dan bahagia, walaupun semua itu aku dapatkan dengan melawan, aku sering kabur walau kedua Orang tuaku melarang, dan hasilnya adalah akhirnya aku dapat
merasakan apa yang teman-teman di masa kecilku rasakan, aku tidak melompati masa
kecilku dan aku pun bisa menikmati kehidupanku di masa kecil yang pastinya tidak akan
bisa terulang kembali pada masa kini. Sungguh indahnya masa kecil, aku hanya
bergerak saat itu tanpa aku memikirkan bagaimana esok, aku memandang hanya sebatas apa yang bisa aku
pandang didepanku tanpa mengawang-awang apa yang ada di jauh sana, aku bisa bermain bebas aku tidak mau menabung
untuk masa depanku kelak karena aku yakin apa yang aku makan hari ini cukup hari ini saja, esok pasti selalu ada rejeki untuk bisa aku makan, aku hanya berfikir bermain, bermain dan bermain. Aku tidak
pernah takut sakit karena hujan aku tidak pernah takut dimarahi kedua orang
tuaku karena bermain hujan
Aku sangat menikmati hidupku. Kini semua telah berubah aku
yang dulu setiap suka bermain hujan sekarang malah berteduh saat hujan, tapi tadi
aku sangat ingin sekali bermain hujan tapi kadang aku merasa malu, kadang
merasa “masak seorang pegawai masih bermain hujan” sangat menyesakkan juga
ternyata jadi orang dewasa, semua gerakku terbatasi status sosialku. Padahal
dalam hati ini aku masih ingin bermain seperti dulu. Bahkan dalam jiwa ini
masih tersimpan jiwa anak kecil yang masih selalu mau tahu selalu dan selalu ingin bermain. Tapi kenapa harus kupendam semua itu? kenapa aku harus terbatasi? Aku ingin
bermain hujan aku ingin bebas tanpa ada sesuatu yang memagariku. Aku ingin
senang, aku ingin menikmati hidup yang hanya sekali ini. Hujan datanglah lagi
esok dan aku akan bercanda ria denganmu, biarpun tidak ada lagi teman-temanku
yang mau aku ajak bermain dengan hujan, aku akan tetap bermain denganmu karena
aku mau menikmati indahnya hujan. Terserah semua orang mau berkata aku masih
seperti anak kecil, tapi aku akan memperoleh kepuasan cita rasa yang tidak bisa dinilai
dengan materi ataupun status sosial, karena yang aku yakini nikmat itu tidak
bisa dibayar dengan semua itu. Terima kasih hujan engaku telah memberiku
inspirasi dalam menikmati hidup ini. Kini aku mau menjadi diriku sendiri bukan
pribadi yang takut bergerak karena orang lain.
25 Oktober 2011

Tidak ada komentar:
Posting Komentar