Senin, 24 Oktober 2011

Jadi Diri Sendiri Itu Enak

Siang tadi waktu aku makan siang aku melihat dua anak kecil, yang kebetulan adalah anak pemilik warung, sedang asyiknya bercanda ria dengan hujan yang cukup lebat mengguyur Larantuka, kuperhatikan mereka sangat menikmati permainannya mulai dari berlari-lari, bergulung-gulung hingga berlagak mengeluarkan ilmu gaibnya (mungkin mau nahan biar hujannya berhenti), lama kuperhatikan hingga dalam hati ini sebenarnya ingin bergabung dengan mereka menikmati air hujan itu,  tapi masalahnya tadi aku masih memakai seragam dinasku jadi keinginan itu harus saya pendam dalam-dalam.
Sambil memperhatikan mereka aku jadi teringat masa kecilku, kebetulan aku juga termasuk anak yang agak bandel di bawah didikan keras kedua orang tuaku yang selalu melarangku untuk bermain hujan karena memang aku gampang sakit, apalagi kalau sudah kena air hujan, mulai dari batuk, pilek sampai demam pasti segera menyerangku, tapi bukan Odik  namanya kalau nggak nglawan. Segala cara dengan seluruh daya selalu aku gunakan untuk bisa kabur dari rumah untuk sekedar berlari-lari, membuat bendungan, menggunakan kulit kelapa untuk kapal,  menikmati hujan. Sungguh senang kurasakan saat itu, aku benar-benar bisa menikmati indahnya bermain hujan.  Bahkan tanpa ada suatu beban apapun walaupun aku tau kalau selepas bermain hujan aku harus bersiap-siap sakit dan ditambah bonus omelan dan sedikit bumbu cubitan dari Orang tuaku.
Waktu itu aku  sadar atas segala resiko yang akan aku hadapi di depan jika aku menuruti kemauanku, dan hasilnya aku sangat senang dan sangat menikmati masa itu, tetapi aku sangat senang dan bahagia, walaupun semua itu aku dapatkan dengan melawan, aku sering kabur  walau kedua Orang tuaku melarang, dan hasilnya adalah akhirnya aku dapat merasakan apa yang teman-teman di masa kecilku rasakan, aku tidak melompati masa kecilku dan aku pun bisa menikmati kehidupanku di masa kecil yang pastinya tidak akan bisa terulang kembali pada masa kini. Sungguh indahnya masa kecil, aku hanya bergerak saat itu tanpa aku memikirkan bagaimana esok,  aku memandang hanya sebatas apa yang bisa aku pandang didepanku tanpa mengawang-awang apa yang ada di jauh sana,  aku bisa bermain bebas aku tidak mau menabung untuk masa depanku kelak karena aku yakin apa yang aku makan hari ini cukup hari ini saja, esok pasti selalu ada rejeki untuk bisa aku makan, aku hanya berfikir bermain, bermain dan bermain. Aku tidak pernah takut sakit karena hujan aku tidak pernah takut dimarahi kedua orang tuaku karena bermain hujan
Aku sangat menikmati hidupku. Kini semua telah berubah aku yang dulu setiap suka bermain hujan sekarang malah berteduh saat hujan, tapi tadi aku sangat ingin sekali bermain hujan tapi kadang aku merasa malu, kadang merasa “masak seorang pegawai masih bermain hujan” sangat menyesakkan juga ternyata jadi orang dewasa, semua gerakku terbatasi status sosialku. Padahal dalam hati ini aku masih ingin bermain seperti dulu. Bahkan dalam jiwa ini masih tersimpan jiwa anak kecil yang masih selalu mau tahu selalu dan selalu ingin bermain. Tapi kenapa harus kupendam semua itu? kenapa aku harus terbatasi? Aku ingin bermain hujan aku ingin bebas tanpa ada sesuatu yang memagariku. Aku ingin senang, aku ingin menikmati hidup yang hanya sekali ini. Hujan datanglah lagi esok dan aku akan bercanda ria denganmu, biarpun tidak ada lagi teman-temanku yang mau aku ajak bermain dengan hujan, aku akan tetap bermain denganmu karena aku mau menikmati indahnya hujan. Terserah semua orang mau berkata aku masih seperti anak kecil, tapi aku akan memperoleh kepuasan cita rasa yang tidak bisa dinilai dengan materi ataupun status sosial, karena yang aku yakini nikmat itu tidak bisa dibayar dengan semua itu. Terima kasih hujan engaku telah memberiku inspirasi dalam menikmati hidup ini. Kini aku mau menjadi diriku sendiri bukan pribadi yang takut bergerak karena orang lain.

25 Oktober 2011

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Entri Populer