Pada waktu masih tinggal di jawa aku kadang suka memancing di sungai tapi di jawa memancing bukan menjadi rutinitas harian kerna musim memancing di sana hanya waktu-waktu tertentu saja biasanya pada saat menjelang Leparan atau pada waktu bulan puasa.
Semua berubah ketika aku menerima Surat Keputusan CPNS dan aku baca ternyata aku mendapatkan penempatan di Larantuka. Begitu mendapat kabar itu secara spontan aku membeli peralatan pancing lengkap dengan umpan mainan yang sering aku lihat di televisi. benar saja ketika aku menginjakkan kaki di Larantuka, waktu itu aku menginap di sebuah penginapan bernama hotel kartika yang berada di dekat Pelabuhan Kota Larantuka. tanpa berlama-lama pada malam hari aku datang ke Pelabuhan untuk memancing pertama kali aku memancing aku menggunakan umpan ikan asin yang sudah dikeringkan, banyak yang heran dan bertanya-tanya "apa bisa ya mancing pakai umpan ikan asin" bahkan ada yang menertawakanku tapi tanpa kehilangan akan akupun bertanya kepada para pemancing yang ada disekitar apa umpan yang cocok untuk memancing ikan dilaut. dari situ aku tahu bahwa umpan yang bagus untuk memancing dilaut adalah iakn-ikan kecil yang masih segar khususnya ikan Tembang atau Ikan Bedu (sebutan orang NTT) itulah pengalamanku memancing pertama kali di Larantuka dan dilautpertama kali.
waktu berjalan memancing menjadi sebuah hobi sekaligus hiburan yang asyik di laratuka. hampir setiap malam aku pergi memancing kadang dengan temanku kadang juga sendirian. sore ini seperti biasa aku pergi ke pasar senja (pasar yang buka hanya dari sore samapi malam terletak di samping Lapangan Lebao Larantuka) untuk berburu ikan kecil yang akan kujadikan umpan untuk memancing, ya hampir setiap malam aku memancing hanya sekedar untuk melepas penat mengusir kesepianku berharap mendapatkan buruan yang besar malah pulang dengan tangan hampa, kadang hanya sala-asalan berangkat memancing malah mendapat ikan yang cukup besar. Dari aktivitas memancing ini saya mengambil sebuah pelajaran bahwa dalam hidup ini tidak perlu terlalu mengharapkan sesuatu yang tidak/belum pasti biarkan rejeki jodoh atau mati itu datang sendiri pada waktunya, seperti ikan yang mau memakan umpan kita, kadang kita terlalu berharap mendapatkan hasil buruan kita yang besar tetapi ternyata tidak satupun ikan yang menyambar umpan kita sebaliknya disaat kita tidak berharap malah ada ikan kakap besar yang datang menyambar. itulah pelajaran yang saya ambil dari memancing pada intinya kita sudah berusaha dengan penuh kesabaran dan kesungguhan maka suatu saat kita akan mendapatkan rejeki, jodoh dan mati kita.
Selalu Mau Tahu membuat kita berfikir dan menemukan jawaban dari apa yang kita mau tahu
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Entri Populer
-
Karena sering bergaul dengan seorang pemuda bernama Agung Susanto yang hingga saat ini selalu berusaha mempertahankan kebudayaan bangsa i...
-
Dalam kehidupan percintaan, ketika seorang pria merasa tertarik dengan seorang wanita, atau seorang wanita tertarik dengan seorang pria,...
-
Dalam sebuah kisah percintaan banyak sekali rasa-rasa yang akan kita temui, ibarat permen mungkin permen nano-nano ada manisnya, ada pede...
-
Larantuka adalah Ibukota dari Kabupaten Flores Timur, sehingga sebutan Larantuka terasa lebi...
-
pic "find the endles love" by odik Tadi pagi, kebetulan setelah aku selesai membuat draft Keputusan di ruang kerja di mana...
-
Maumere aku datang!!! Ikuttttttt.... Jumat sore 21 September 2012, aku menulis sebuah status di Facebook " Bingung mau apa k...
-
Setiap orang terlahir di dunia ini dengan sebuah karunia yang sangat luar biasa dari Sang pencipta, dan anugerah itu adalah perasaan...
-
Kami punya begitu banyak harta yang sangat melimpah, jika kami mau mengolahnya sendiri dengan baik. Dengan harta itu, aku yakin kami...
-
Pertama kali aku ngebuktiin kalo apa yang digambar di peta adalah sebuah kebenaran, yaitu waktu tahun 19...
-
The Real Generasi Penerus Perjuangan 45 Panitia 8 Pada awal perkuliahan aku adalah anak yang cukup aktif dalam berbagai kegiatan d...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar