Rabu, 21 September 2011

tak lagi denganmu

16 Agustus 2011 menjadi puncak ketika dia berkata "kamu mau putus denganku" dan aku men-iyakan... kosong hanya itu yang aku rasa, ketika aku dihadapkan pada persimpangan jalan yang satu menawarkan jalan yang nampak agak berkerikil dan berbatu tapi aku menikmatinya sedang yang satu terlihat sangat halus beraspalkan hotmix tapi sama-sama aku tidak tahu apa yang ada didepan sana.
ketika jalan yang nampak agak terjal membisik padaku didepan sana ada berlian didepan sana sangat indah ada hamparan sawah terbentang ada pantai nan indah ada sungai berkelok-kelok dengan air deras mengalir memberikan kesejukan tapi ternyata aku tidak mau mendengar aku hanya melihat bahwa jalan yang aku lalui sungguh terjal. Aku lebih memilih jalan yang lebih halus tapi aku tidak pernah berfikir bahwa didepan sana Ular siap mematokku singa siap mencabik-cabik raga ini, tetapi ternyata aku tetap memilih jalan yang halus ini.
Menyesal menyesal hanyalah kata sesal yang muncul setelah tahu apa yang nampak didepan ternyata jalan yang halus hanyalah sebuah hiasan tempel yang tampak menarik tapi ketika hiasan itu terlepas maka tampaklah wajah asli yang sangat menyeramkan. menyesal tidak ada guna menyesal hanya semakin menjatuhkanku menyesal hanya akan membunuhku dan aku tidak mau itu. aku tidak mau terbunuh dengan penyesalan karena itu hanya membuatku mati konyol tanpa ada kebanggaan.
kini aku mendapatkan pelajaran yang sangat berharga dari perjalanan yang aku dapat sampai di persimpangan jalan itu. Sekarang aku putuskan untuk kembali lagi kepersimpangan jalan tadi, tapi terlambat ternyata jalan yang nampak terjal itu sudah tertutup jalan yang nampak terjal itu tidak mau lagi aku lewati untuk kuperbaiki agar jalan itu kembali halus dan indah untuk mencapai tujuan yang sangat indah semuanya ada secercah harapan untuk dapat membuka pintu ini. tapi aku berjanji dan akan berusaha untuk bisa kembali ke jalur itu karena aku tidak mau jatuh dalam jurang penyesalan untuk kedua kalinya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Entri Populer