| Raihlah Semangat Setinggi Apapun |
Salah satu jenis kegiatan yang lumayan sulit aku lakukan adalah menumbuhkan semangat. Sebagai salah satu jenis manusia yang masuk dalam kategori "kadang-kadang" atau dalam bahasa jawa-nya "May" (kadang rajin, maybe lazy), akan sangat sulit bagiku untuk kembali rajin jika sudah terjebak dalam dunia malas yang cukup atau bahkan sangat menyenangkan. Jika aku sudah terjebak dalam dinua malas, maka salah satu jalan untuk keluar dari jebakan maut itu adalah dengan membangun kembali semangat untuk rajin, agar raga ini bergerak sesuai dengan semangat yang sudah kita bangun. Permasalahannya adalah membangun semangat ternyata tidak semudah membalik telapak tangan, apalagi kita sudah telanjur merasa nyaman dengan segala kemalasan yang ada.
Bersyukur selama ini aku masih punya siasat tersendiri untuk membangun semangatku yang hilang. Pernah aku mendengar kata "bahwa dalam keadaan terdesak, manusia dapat mengeluarkan atau memaksimalkan kemampuan yang ia miliki tapi tidak pernah muncul dalam kondisi normal" dan inilah yang menurutku menjadi faktor pendorong yang sangat kuat dalam diriku untuk kembali menghidupkan semangatku yang hilang, contoh-contoh contoh kecil pengalamanku selama ini adalah dalam hal cuci-mencuci dan menyeterika pakaian, seringkali aku sangat malas untuk mencuci ataupun menyeterika pakaianku secara rutin karena kebiasaan di rumah (sejak dibangku kuliah) semua sudah tersedia termasuk pakaian tinggal aku pakai tanpa harus aku cuci ataupun seterika sendiri, yang menjadi masalah adalah ketika aku kembali dalam kehidupan kost-kostan, jika bukan aku sendiri yang mencuci dan menyeterika bajuku sendiri, lalu siapa yang akan mengerjakan itu semua, kemudian yang terjadi adalah pemakaian baju secara berulang-ulang atau dalam istilah casette side a sudah selesai ya saatnya dibalik ke side b, tapi tidak mungkin juga kan terus kita gunakan alternatif terburuk setelah side b selesai kita gunakan lagi alternatif berlanjut ke side c dan seterusnya hingga side z, karena jika kita nekat menggunakan alternatif itu maka resiko yang pasti kita dapatkan adalah persahabatan yang sungguh erat dengan yang namanya panu, kadas dll, nah disaat terdesak persediaan pakaian sudah hampir atau bahkan sudah habis disinilah muncul semangatku yang sangat besar dan menggebu-gebu untuk membersihkan sekaligus semua pakaian kotorku yang sudah amat sangat menumpuk.
Dari pengalaman-pengalaman itu akupun memutuskan merenungkan kembali kebiasaanku itu, di sebuah tempat perenungan yang sangat sunyi, tempat yang biasanya aku gunakan untuk mencari inspirasi tanpa ada gangguan, diantara dua tembok yang mengapitku (WC). Hasil perenungan itu adalah ternyata, cara-caraku seperti ini juga tidak bagus serta kurang efisien juga. Hal ini disebabkan karena semua energi pasti habis setelah kukeluarkan untuk menyelesaikan semua pekerjaanku yang telah lama menumpuk. Setelah semua energiku habis yang terjadi kemudian adalah bisa ditebak, aku akan terjerumus kembali dalam kemalasan. Jika pola seperti ini aku pertahankan maka aku yakin ini akan menjadi lingkaran setan yang aku sendiri tidak akan pernah tahu kapan akan berakhir.
Berdasarkan hasil perenungan itu akhirnya aku memutuskan untuk merubah pola dalam bersemangat, aku tidak mau lagi untuk sesekali bersemangat dengan manggebu-gebu dan sangat luar binasa, lalu kemudian semangat itu mati karena aku telah kehabisan energi, tapi aku ingin, mambuat pola yang sistematis menggunakan semangat yang biasa tetapi menjadi luar biasa karena aku bisa menggunakan semangatku setiap saat. dari situ aku ingin membentuk kebiasaan yang terpola dalam artian untuk sebuah kegiatan rutin dalam semua hal aku mencoba untuk tidak lagi menumpuk pekerjaan sehingga energi semangatku tidak habis untuk sebuah pekerjaan yang sudah lama menumpuk.
Ayoo terus bersemangat- bersemangat terussss hip hip horayyyy..... Salam Indahnya Berbagi....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar