 |
| Malam Sebelum Tour De Flores - Java |
Sudah sejak waktu jaman SMP aku membayangkan
sebuah perjalanan pakai mobil, terus ditambah rute perjalanan yang sangat jauh
dan butuh waktu yang lama, sama teman-teman sambil dengerin lagu-lagu dari tape
mobil. Impianku yang udah ketanam dari masa kecilku itu, akhirnya terwujud 23
Desember 2011 kemarin.
Sejak July 2011, Mas Chandra (sahabat
sekaligus keluargaku di Larantuka), selalu ngajak aku sama Agung Boyolali (adik
sepupunya Mas Chan) balik ke Jawa lewat jalan darat. tapi ternyata sudah
berhari-hari, bahkan sampai berbulan-bulan, sampai si Agung Tung sudah pulang duluan ke
Jawa, ajakan Mas Chan mudik ke Jawa bawa mobil sendiri tak kunjung terwujud
juga, yah mau gimana lagi, bukan mobilku juga. Kupikir-pikir juga pasti
suatu saat kalau aku dapat rejeki lebih untuk memiliki mobil, pasti akan kubawa
untuk mewujudkan impianku yang sudah lama tertanam di otak ini.
Sekitar Pertengahan Desember 2011, sejak dari Juli
kemarin, Mas Chan punya rencana ngajak aku lagi pulang lewat jalan darat. Tapi
waktu itu Mas Chan masih ragu-ragu apa mau pulang lewat jalan darat atau lewat Maumere
terus pake kapal laut sampai Surabaya, karena waktu itu kebetulan juga pas
kondisi keuangan lagi minus, ditambah lagi aku kurang tertarik perjalanan lewat
kapal laut, maka nya ajakan untuk pulang lewat maumere terus naik kapal
laut sampai Surabaya pun aku tolak. Lagi-lagi Mas Chan pun kelihatan
ragu, apa mau lewat jalur darat atau jalur laut. Seiring waktu berjalan
akhirnya karena keragu-raguan itu Mas Chan gagal pulang bawa mobil lewat jalur
laut karena tiket kapal Maumere- Surabaya sudah habis. Akhirnya sekitar tanggal
18 Desember 2011 Mas Chan datang ke kos dan ngajak lagi buat pulang
lewat jalan darat, dengan pembagian biaya perjalanan Mas Chan nanggung 2/3 dan
aku 1/3nya ajakan itupun langsung aku setujui tanpa pikir panjang lagi. Begitu Mas Chan sudah mantab, aku coba nawarin Kang Agung alias
Kang Plenthi (Staf Kejari Larantuka ) buat bareng-bareng ikut mudik lewat jalan darat. Walaupun agak nampak ragu-ragu, tapi akhirnya Kang Agung pun mau ikut dengan kami. Waktu itu kami memperkirakan biaya perjalanan sampai jawa sekitar 5 juta
rupiah, dan akhirnya disepakati kalau habis sekitar 5 juta, berarti Mas Chandra
menanggung 3 Juta terus aku sama Kang Agung masing-masing 1 juta dan kamipun bersepakat.
Setelah kami bersepakat, dalam rangka untuk menghemat biaya pengeluaran
selama perjalanan nanti, akupun segera membuat daftar teman-teman yang berdomisili di jalur yang
rencananya akan kita lewati di tiap kota (lumayan buat press biaya makan).
Habis bikin list teman, Tanggal 22 tiba-tiba aku dapat kiriman info BBM
dari temanku di Labuhan Bajo Aji Rahmadi kalo di Pelabuhan Sapeh Sumbawa, ada
aksi massa yang memblokir pelabuhan karena ada masalah pertambangan, akupun
jadi ragu untuk bisa melakukan perjalanan ini, tapi kalo yang lain tetep mau
berangkat aku pasti ikut, hitung-hitung kalau tetep ngga bisa nyebrang dari
Labuhan Bajo kan sudah pernah jalan-jalan ke Labuhan Bajo lihat Komodo.
 |
| Akibat Nasi Kuning |
 |
| Telur untuk stamina selama perjalanan |
Tanggal 23 Desember 2011 akhirnya kamipun
mempersiapkan segala sesuatu untuk bekal perjalanan yang akan dimulai sore hari.
Baju, oleh-oleh, hingga peralatan untuk berwisata pun segera ku siapkan, Jam
3 sore aku segera meluncur ke kantor kejaksaan sekalian mau nitip motor di Pak
Agung (Kasi Pidum Kejari Larantuka), sampai di rumah pak Agung, kulihat Mas Chan
masih beres-beres dan memasukkan barang-barang bawaan ke dalam mobil. Pas aku lagi mengintip aktivitas Mas Chan, tiba-tiba Pak Agung sama Bu
Agung dengan kompak nyuruh aku makan dulu, buat persiapan perjalanan, dan akupun
segera makan, sambil nunggu Mas Chan menyelesaikan persiapanya. Selesai makan
aku lihat mas Chandra sudah meluncur ke rumah pak Agung, yang saat itu jadi posko pemberangkatan rombongan -Tour de Flores - Java-. Waktu mau
berangkat kami sepakat kalo aku jadi Sekretaris pembukuan keuangan,
sekaligus cerita selama perjalanan. Aku pun langsung menyiapkan Handphone khusus, yang
mau kupakai buat nyatet kejadian di perjalanan, sama pengeluaran uang
selama di perjalanan. Pas ngetem di tempat Pak Agung, nampak Mas Chan sedang sibuk nyari obeng buat mengganti plat mobilnya, ternyata plat mobilnya sudah
mati pajaknya selama 2 tahun kalo ndak salah, jadi biar aman selama
perjalanan, Mas Chan pun mengganti plat mobilnya dengan plat mobil Ibunya
yang kebetulan merk, tipe + warnanya sama, yang sengaja didatangkan jauh dari
Boyolali, agar perjalanan kami menjadi aman dan nyaman. Pas lagi masang
Plat Nomor, tiba- tiba Pak Hargo (Jaksa Tersebut) pun datang dan melihat aku baru mengganti
Plat Nomor, Pak Hargo pun langsung menyuruh Mas Chan untuk membuat surat pengantar perjalanan, agar selama dalam perjalanan kami merasa lebih
aman lagi. Setelah beres semua, sekarang tinggal nunggu Kang Agung yang paling lama
sekali persiapannya, hampir sama dengan waktu persiapan kami ditambah setengah jam lebih, tapi tetap tak kunjung siap juga. Setelah kami bertiga siap
semua, akhirnya kamipun berpamitan dengan semua, waktu itu di Kejaksaan ada Pak
Agung sekeluarga, Pak Hargo, Pak Didik, Parlin, Bagus dan Domi, waktu mau
berangkat Bu Agung , masih sempat ngasih kami bekal berupa kacang Garuda 2
renteng, untuk bekal selama dalam perjalanan. Selesai berpamitan kami
pun meluncur meninggalkan Rumah dinas Kejaksaan sambil melambaikan tangan bak seorang artis melambaikan tangan kepada para fansnya :D . Keluar dari Kompleks Kejaksaan, kami ngga langsung
berangkat, kami masih mampir ke kosku dulu untuk mengambil barang-barangku. Di kosku pun
ternyata Mas Chan masih mandi dan sholat (ini tipikal mau berdoa kalo lagi ada
perlu) pisssss, nah setelah barang-barangku naik semua di Mobil dan Mas Chan
selesai Sholat, Akhinya dengan mantab kamipun segera berangkat meninggalkan
kos. Ternyata setelah meninggalkan kos pun kami tidak langsung berangkat, kami masih
harus memperbaiki lampu dan kelistrikan mobil, yang waktu itu memang dalam kondisi agak sedikit onar bin
error. Sambil menunggu perbaikan mobil, kamipun kewarung untuk minum es teh
sambil makan telur di warung mie ayam di depan bengkel, setelah semua beres
akhirnya kami pun berangkat.

 |
| Schumiran |
 |
| Penantian Pasrah |
Kali ini beneran berangkat!!! Pas di awal
perjalanan langsung kami membuka rapat terkait dimulainya pengeluaran pribadi
dan umum, dan saat itu disepakati bahwa pengeluaran umum dimulai dari
waktu beli bensin pertama kali di Larantuka, waktu itu kami beli bensin
Rp. 206.000 di Pom Bensin Mokantarak, dari sinilah aku mulai mencatat
pengeluaran selama perjalanan, Setelah mengisi penuh kamipun memulai
perjalanan, kota tujuan pertama adalah Maumere, waktu menuju berangkat
Maumere Mas Chan langsung menjadi Joki, aku bagian Navigator, dan Kang Agung
bagian Istirahat, dalam perjalanan aku mengontak Mbak Kesih (Teman Kosku di
Larantuka / Mamanya Nadine), tanpa basa-basi, aku langsung ngomong Mbak Kesih
kalo kita bertiga mau pulang ke jawa lewat jalan darat, mungkin malem sampai
Maumere, mau mampir numpang makan malam, begitu nerima pesan singkatku
Mbak Kesih pun langsung balik nelpon aku, katanya "iya mas odik, ntar
mampir aja makan dirumah", langsung dah aku kasih tau ke team tour, kalo
malam ini kita makan di rumah mbak Kesih, langsung dah bersyukur minimal udah
bisa menghemat duit 50-an ribulah.
 |
| Heiho Ngatur Strategi |
Perjalananpun tetap berlanjut di atas mobil
Kang Agung langsung berpose tidur dengan mata terpejam dgn aer liur dimana-mana membentuk peta. Aku
pun mulai ngobrol kiri-kanan nggak jelas sama Joki-nya, biar sama-sama nggak
ngantuk. setelah melewati kira-kira satu jam perjalanan akhirnya kami sampai di
Boru (sekitar perbatasan Larantuka- Maumere) perjalananpun tetap dilanjutkan
tanpa berhenti di Boru, setelah sekitar 1,5 jam perjalanan dari Boru
kamipun memasuki wilayah Maumere, saat itu kami melewati sebuah kios di pinggir
jalan, nah pas lewat kios itu Mas Chan bilang kalo yang jaga kios orangnya
cantik, dasar naluri laki-laki nggak bisa dibiarin gitu aja kalau denger kata
cantik, langsung deh kami bertiga putar haluan balik ke kios itu, sampai di
dalam kios ternyata yang jaga laki-laki yawh cape dechhh, tapi buat nutupin
rasa malu mau-nggak-mau kamipun tetep belanja disitu, akupun langsung
Beli aqua, extra jozz dan sampo Rp. 12.000 (skalian buat bersihin wiper), habis
belanja kami melanjutkan perjalanan, kira-kira jam 8 malam akhirnya kami
sampai di Maumere, langsung kami menuju rumah Mbak Kesih, walaupun pakai
acara nyasar sedikit akhirnya kamipun menemukan rumah Mbak Kesih juga. Di rumah Mbak Kesih kami langsung disambut keluarga Mbak Kesih, setelah duduk
sebentar kami melanjutkan dengan makan malam, habis makan kami pun ngobrol
sebentar buat menurunkan isi perut, setelah ngobrol sebentar kamipun berpamitan
untuk melanjutkan perjalanan karena rencananya kami masih mampir di kantor
kejaksaan maumere untuk mengambil pesanan kami yaitu sebuah peta route
perjalanan dan wisata terdekat selama perjalanan kami. Setelah berpamitan
kamipun langsung menuju Kantor Kejaksaan Negeri maumere, langsung saja kami
numpang kamar mandi sekaligus membayar peta pesanan kami Rp. 50.0000.
yang sudah dibelikan oleh Bahdi. Setelah itu kamipun melanjtutkan
perjalanan sebelum keluar dari Maumere nggak lupa kami isi bensin di Pom Bensin
Maumere Rp. 48.000 sambil berfoto-foto sejenak, setelah bensin penuh kami
melanjutkan perjalanan menuju kota kedua yaitu Ende, tapi sebelum keluar
dari Maumere kami sempat membeli 1 galon air minum Rp. 5000 untuk bekal
selama perjalanan. akhirnya sekitar jam 10 malam kami pun bergerak meninggalkan
Kota Maumere menuju Ende, nah pas perjalalanan disini ada kejadian aneh, konyol
serem campur baur jadi 1 waktu itu yang jadi Joki Kang Agung, aku tetep
navigator, dan Mas Chan kebagian jatah istirahat.
 |
| Pocongnya ngga sempet berpose |
Sampai di Hepang pas kira-kira jam 11.15
tiba-tiba aku sama Kang Agung kaget, dari jauh aku lihat ada kayak benda tinggi
putih bergerak di depan, langsung terhentak dan diam sejenak pas lihat dari
jarak deket ternyata benda itu adalah pocongan yang lagi loncat-loncat, tapi
rasa kaget sama sedikit takut itu langsung hilang dan berubah jadi pikiran
konyol sampe kita berdua ketawa terbahak-bahak pas lihat dari jarak
deket, pikirku, kok ada ya pocongan nyasar sampe di Flores, tapi
kupikir itu emang kerjaan iseng orang-orang sekitar situ, tapi kalo iseng
kok niat banget mana kostumnya perfect banget, ditambah mau-maunya sampe
loncat-loncat segala diiket pula, mukanya putih semua bagian mata hitam-hitam
bulet-bulet kayak bekas orang habis ditonjok, apapun itu yang pasti bikin Kang
Agung nggak mau ditinggal tidur kalau dia pas lagi kebagian jatah nyetir.
setelah ada insiden ketemu sama Pocong rasa ngantuk pun langsung hilang masih
juga aku kepikiran aneh-aneh aja ada Pocong Nyasar di Flores, padahal kan setan
Pocong ngga ngetrend di kawasan Flores, dan kami pun melanjutkan perjalanan
lagi, baru jalan kira-kira 30 menit eh tiba-tiba ada orang bodoh, sok jagoan
lagi mabuk malang-malangin mobil, hufttt aneh-aneh aja, jengkel campur
maki-maki deh kita berdua tapi untungnya dia ngga sampai berhentiin mobil kalau
sampai berani berhentiin mobil berani nekat kacau dehh.

24 Desember 2011 Jam 00.05 akhirnya gantian, aku
jadi Joki, Mas Chan Navigator dan Kang Agung Bagian istirahat, perjalanan pun
dilanjutkan mulai dari Moni, Danau Kelimutu dan akhirnya jam 4 Pagi kami sampai
di perbatasan Maumere Ende, pas diperjalanan Mas Chan ngerasa ada bau sangit
tapi aku bilang ngga ada apa-apa kok, nah sampai di Ende kami sempat berhenti
sejenak, Kang Agung masih lelap dalam mimpinya aku pun sempat turung di atas
jembatan yang ternyata di bawahnya sungai yang cukup besar dan deras
airnya, akupun sempat berfoto sejenak di gapura masuk Kota Ende, setelah
sejenak berfoto dan mengambil telur yang dibeli kemarin sore, pas ngambil telur
pun kami harus extra hati-hati karena telur itu di jaga oleh Sang Penjaga
Telor, Ki Babon Susanto yang lagi terbuai mimpi mengerami telur. setelah makan
telor kamipun melanjutkan perjalanan, memasuki kota Ende aku pun
bergerak-pelan-pelan sambil menikmati kota Ende pas sampai pusat kota kami
sedikit bingung, karena jalan utama masih dalam perbaikan jadi kami tidak bisa
melewati pusat Kota Ende, malu bertanya sesat dijalan, aku pun berhenti sejenak
bertanya sama warga sekitar jalan keluar dari Ende, akhirnya ditunjukkan juga
setelah kami berputar kami pun menemukan jalan keluar, belum keluar dari kota
Ende, kami bingung lagi karena jalan keluarnya ternyata ada yang satu jalur,
ditambah lagi nggak ada rambu penunjuk jalannya, akhirnya kami memutuskan untuk
bertanya lagi tapi masalahnya ngga ada orang duduk-duduk disekitar kita,
akhirnya kami coba menghentikan pengendara motor dari 3 kali usaha akhirnya ada
1 motor yang mau berhenti akhirnya motor itu mau mengantarkan kami, sebagai
balas budi atas kebaikan pengendara motor itu, kamipun memberikan Rp.
20.000 sebagai imbalan.
Setelah itu kamipun melanjutkan perjalan
meninggalkan Kota Ende dan bergerak menuju Kota Bajawa, setelah mersaa capek
akhirnya aku minta gantian posisi, sekarang aku bagian istirahat, Mas Chan
nyetir dan Kang Agung Bagian Navigator, nah masalahanya pas kebagian
jatah istirahat aku malah susah tidur, jam 05:30 kami berhenti sejenak di jalan
karena melihat pemandangan yang sangat indah, kalo aku membahasakan kayak
negeri kayangan.

Aku lihat dari atas pemandangan bukt-bukit yang tertutup kabut
hingga yang nampak hanya ujung bukit, kalau dari jauh kelihatan seperti daratan
terbang diantara awan. kami sejenak berfoto-foto, setelah berfoto ria
akhirnya kami melanjutkan perjalanan, dalam perjalanan kami melihat sebuah
pasar di pagi hari di daerah pasar Matakalo, akhirnya kamipun berhenti
sejenak di pasar Matakalo menikmati kopi khas asli Bajawa ditemani kue beli
Kopi+kue 12.000 dengan lagak dan gaya mirip pak Bondan maknyus. selesai
manikmati Pasar Matakalo, lalu kami melanjutkan perjalanan dan singgah di
sebuah Desa sambil mengabadikan dengan kamera, sebuah tempat leluhur
mereka yg didirikan di depan rumah, tempat tersebut bernama Kayu Pamali, kayu
itu didirikan oleh nenek moyang mereka yang mereka sendiri pun tidak tahun
kapan itu dibuat. walaupun Kota Bajawa nggak satu jalur tapi kami tetap
memutuskan untuk singgah di Kota Bajawa, pas masuk Kota Bajawa, dalam hati ini
bertanya wah NTT juga punya kota yang penya tata kota luar biasa ya!! bersih, rapi,
dingin dan sangat tenang lua biasa, tapi sayang promosi wisata ditambah akses
yang agak susah membuat Bajawa kurang dikenal oleh wisatawan. sampai di Bajawa
kami mampir di rumah Mas Arie Seorang Jaksa di Kejari Bajawa, sampai dirumah
Mas Arie kamipun numpang mandi sekaligus sarapan pagi, pas aku mau mandi , aku
ngambil baju ganti di dalam koper, pas ku buka koper, betapa kagetnya waktu
kulihat ternyata madu yang kubawa dari kos sudah meledak didalam koper bajuku,
alhasil akupun harus mencuci 3/4 bajuku sekaligus sama kopernya dan harus siap
ngga pakai ganti baju sampai ada baju yang kering. selesai mencuci baju akupun
langsung mandi setelah mandi lalu kamipun sarapan pagi, setelah sarapan akupun
segera mengemas seluruh pakaian yang barusan kucuci dan kumasukkan kembali
kedalam koper walau masih dalam keadaan basah semua. setelah selesai semua
akhirnya kamipun berpamitan, baru sekitar 1 km perjalanan Mas Arie menelpon Mas
Chan ngasih tau kalau ada jam tangan yang tertinggal dan ternyata itu jam
tanganku, akhirnya kami pun balik ke rumah Mas Arie ngambil jam, setelah
mengambil jam kamipun langsung menuju ke Pom Bensin mengisi bensin Rp.
105.000 untuk melanjutkan perjalanan kekota berikutnya yaitu Kota Ruteng
(Manggarai Timur), dalam perjalanan meninggalkan kota Bajawa aku dan Mas Chan
melihat banya botol-botol bekas minuman mineral dengan isi cairan berwarna
kuning, penasaran dengan isinya aku bertaruh 50.000 sama Mas Chan, aku menebak
kalau isi Cairan itu adalah Arak, sedang Mas Chan menebak kalau itu adalah bensin,
dan untuk pembuktian akhirnya aku pun turun dan menanyakan ke orang yang
menjualnya dan ternyata benar tebakanku isi dari botol-botol itu adalah
Arak, akhirnya akupun mendapat tambahan uang perjalanan pengganti SPPD. Perjalanan pun dilanjutkan menuju Ruteng...
Hasil Pengabadian dalam perjalanan.........
 |
| Bajawa Coffe Morning |
 |
| Konga Mutiara Larantuka |
 |
| Selamat Datang Bajawa |
 |
| Paijo Feat Ali Sa Bahar |
 |
| Kutunggu kamu di Box |
 |
| ahhhhhhhhhh.... |
 |
| Negeri di Awan |
 |
| Dibawah atapnya |
 |
| Pasar Matakalo |
 |
| Add caption |
 |
| Salah satu sekolah di Bajawa |
 |
| Dikala Fajar menyingsing |
 |
| Salah siapa tidak menyediakan toilet umum |
 |
| Memasuki Bajawa |

Foto-foto lain menyusul.................
Tunggu Episode Selanjutnya .....
Berawal dari mimpi, lalu diikuti tindakan nyata :)
BalasHapusYoiii....... bener bangettt... kadang setting impian (bukan mimpi) bisa terwujud entah kapan dan di mana.. :)
BalasHapussepakat dengan kata impian :)
BalasHapus